Merawan

Hopea mengarawan Miq.

Dipterocarpaceae

Lokasi di kebun Tanaman Keras

Ringkasan

Merawan (Hopea mengarawan) adalah pohon raksasa setinggi hingga 60 meter dari famili Dipterocarpaceae yang berasal dari Singapura, Kalimantan, Sumatra, dan Malaysia, kini berstatus 'Sangat Terancam Punah' menurut IUCN karena terus dipanen dari alam. Getahnya (damar) telah lama dipakai untuk mendempul perahu, bahan perekat, dan obor tradisional. Kandungan resveratrol oligomer di dalamnya berpotensi besar sebagai antioksidan yang masih terus diteliti.

Agroekologi

Tanaman ini biasanya ditemukan di punggung bukit dan lereng bukit dengan tanah berpasir hingga tanah liat yang buruk di alam liar, juga di ultrabasic. Pohon ini memiliki kanopi lebar di hutan, yang tumbuh secara lokal, tersebar atau kadang-kadang berkelompok di dataran rendah, sering kali berawa atau tergenang secara berkala, dan juga di perbukitan rendah hingga ketinggian 500 m dpl.

Morfologi

  • Akar tunggang dan berwarna cokelat.
  • Batang tidak bercabang hingga 25 m, terkadang lebih, dengan diameter hingga 90 cm dan ditopang dengan jelas. Ini menghasilkan resin damar berkualitas baik.
  • Daun bertangkai bergantian memiliki helaian daun kasar berbentuk tombak lonjong, berukuran 6-12 kali 2,5-5 cm, bagian bawah berwarna kecokelatan dan bagian atas berwarna cokelat keemasan saat kering.
  • Bunga muncul di setiap pucuk batang panjangnya mencapai 3 cm dan menghasilkan hingga 6 bunga berwarna putih kekuningan dengan lebar sekitar 5 mm.

Budidaya

Perbanyakan tanaman merawan dilakukan menggunakan biji.

Kandungan Kimia

Resveratrol oligomer yaitu diptoindonesin D, balanokarpol, ampelopsin A, hopeafuran, heimiol A, parviflorol, a-viniferin, isohopeafenol, dan vatikanol B.

Khasiat

Memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri, antikanker, antihetotoxic, anti-HIV.

Simplisia

  • Cuci bersih kulit batang. Pisahkan antara kulit batang dengan batang bagian dalamnya menggunakan pisau.
  • Keringkan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari selama beberapa hari, setiap hari posisi kulit batang yang di atas sebaiknya dibalik.
  • Setelah kering, haluskan hingga menjadi serbuk lalu simpan di wadah kedap udara.

Nama Lokal

Damar cermin (Indonesia); Damar mata kucing (Indonesia); Tengerawan (Indonesia); Tengerawan (Sumatra); Tekan lampung (Borneo); Wapei (Irian Barat).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Luka baru dari Merawan

1. Luka baru

  • Siapkan daun dan akar damar secukupnya.
  • Daun dan akar dicuci, ditumbuk sampai lumat, kemudian. tempelkan pada luka dan balut dengan kain yang bersih.
Ramuan tradisional Asma dari Merawan

2. Asma

  • Ambil getah damar laut secukupnya.
  • Bakar getah tersebut hingga mengeluarkan asap.
  • Hirup asap yang dihasilkan, lakukan beberapa kali hingga keluhan asma berkurang.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Kew. Plant of the World Online: Hopea mengarawan Miq.. Hopea mengarawan Miq. | Plants of the World Online | Kew Science
  2.  ITTO Tropical Forest News (TFN). MERAWAN (Hopea mengarawan). Merawan (Hopea mengarawan) | ITTO (tropicaltimber.info)
  3. Useful Tropical Plants.2024. Hopea mengarawanHopea mengarawan - Useful Tropical Plants (theferns.info)
  4. Atun, Sri. 2006. Aktivitas Oligoresveratrol dari Kulit Batang Hopea mengarawan (Dipterocarpaceae) sebagai Penangkap Radikal HidroksilActivity of Oligoresveratrols from Stem Bark of Hopea mengarawan (Dipterocarpaceae) as Hydroxyl Radical Scavenger. HAYATI Journal of Biosciences Volume 13, Issue 2, June 2006, Pages 65-68. Aktivitas Oligoresveratrol dari Kulit Batang Hopea mengarawan (Dipterocarpaceae) sebagai Penangkap Radikal Hidroksil - ScienceDirect.
  5. K. cecep dan Arini Lathifah. 2021. Keragaan Tegakan Merawan (Hopea mengarawan Miq.) dan Keruing Gunung (Dipterocarpus retusus Blume) di Hutan Penelitian Dramaga, Bogor. December 2021. Journal of Tropical Silviculture 12(3):186-193.DOI:10.29244/j-siltrop.12.3.186-193.
  6. Sahidin, dkk. 2006. KAJIAN FITOKIMIA Hopea mengarawan DAN IMPLIKASEVYA PADA KEMOTAKSONOMI HOPEA [Phytochemical Screening of Hopea mengarawan and Its Implication Against Chemotaxonomy ofHopea]. Berita Biologi Volume 8, Nomor 2, Agustus 2006.