Nasturtium

Tropaeolum majus L.

Tropaeolaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Tropaeolum majus atau nasturtium berasal dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan dan diperkenalkan ke Eropa pada abad keenam belas sebelum menyebar ke berbagai belahan dunia. Daun dan bunganya yang kaya vitamin C kerap dijadikan hiasan atau campuran salad, bijinya yang kering dapat digiling sebagai pengganti lada, sementara di Andes dan Brasil tumbuhan ini menjadi bahan pengobatan herbal tradisional populer untuk gangguan pernapasan dan pencernaan.

Agroekologi

Nasturtium dapat ditemukan tumbuh di pesisir dan daerah terganggu terutama yang berdekatan dengan kebun dan tempat pembuangan sampah, lahan semak belukar, ladang herba, lahan basah, tepi sungai, anak sungai (yaitu vegetasi riparian), lahan semak perkotaan, pinggir jalan, rel kereta api, dari permukaan laut hingga 3.000 m dpl. Spesies ini dapat tumbuh subur di tanah yang buruk hingga rata-rata, sedikit asam. Pertumbuhannya menyukai tanah yang kaya cahaya dan dikeringkan dengan baik di bawah sinar matahari penuh atau teduh parsial. Tanaman ini juga tidak toleran terhadap kekeringan. Berbunga terjadi sebagian besar di musim semi, tetapi juga di musim panas dan musim gugur. Bunga terlihat mekar dari Juli hingga September.

Morfologi

  • Akar pendek dan bercabang.
  • Batang merambat dan rapuh, berwarna hijau pucat, tidak berbulu (gundul), dan agak berdaging (sukulen), lunak, berliku.
  • Daun berwarna hijau atau hijau keabu-abuan di atas namun pucat di bawah, ditanggung pada tangkai (petioles) yang panjang 5-30 cm dan melekat pada bagian tengah bawah daun (daun peltate). Daun ini (4-15 cm) berbentuk bulat (orbicular) dengan tepi daun rata, bergelombang, atau sedikit lobed (berliku). Daun tidak berbulu (gundul), dan memiliki banyak urat menonjol yang memancar keluar dari pusat helaian daun.
  • Bunga hermaprodit, menyerupai terompet kecil, berukuran 2,5-7 cm dan memiliki lima helai mahkota (petal) kuning, berwarna oranye atau merah dengan panjang 2,5-6 cm dan lima sepal sepanjang 1-2 cm yang menyatu di pangkalnya. Salah satu sepal ini dibentuk menjadi taji yang mengandung nektar (panjang 2,5-4 cm) yang lurus atau sedikit melengkung. Memiliki delapan benang sari dan ovarium di atasnya dengan tangkai putik (style) dan stigma. Bunga yang subur diikuti oleh buah.
  • Buah schizocarp yang membelah menjadi tiga mericarp berkerut, setiap segmen/karpel dengan satu biji besar, berbentuk bulat telur dengan tonjolan memanjang yang menonjol, berwarna hijau pucat pada awalnya berubah menjadi coklat pucat saat matang.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif melalui biji. Biji biasanya berkecambah dalam waktu 2 minggu dan pembungaan terjadi setelah 8-10 minggu.

Kandungan Kimia

Karotenoid (violaxanthin, antheraxanthin, lutein, zeaxanthin, zeinoxanthin, β-cryptoxanthin, α-carotene, β-carotene), beta karoten, glikosida, flavonoid (quersetin, isoquercetin, quercetin 3-glucoside, myricetin, kaempferol, pelargonidin, delphinidin, cyanidin, turunan dari asam hidroksisinamat), polifenol, glukosinolat (benzil glukosinolat (glukotropaeolin), sinalbin), asam lemak (asam erusat, asam oleat, asam linoleat).

Khasiat

Menyembuhkan luka (desinfektan alami), meredakan sakit tenggorokan, menurunkan risiko terkena diabetes, meningkatkan ketahanan terhadap infeksi bakteri, membersihkan hidung dan radang selaput lendir hidung, mengurangi pembentukan katarak, menjaga kesehatan sistem pernapasan (batuk, bronkitis, asma), mengobati luka dan infeksi saluran kemih, merangsang pertumbuhan rambut, mempromosikan pembentukan sel darah baru, menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan fungsi dan kinerja hati serta meningkatkan sekresi empedu organ, meredakan nyeri otot dan meningkatkan kesehatan fisik dan mental, menyehatkan dan meningkatkan fungsi otak, membantu mengatasi insomnia, mengatur siklus menstruasi pada wanita dan meningkatkan gairah seks pada pria, mengatasi berbagai gangguan kulit (ruam, cedera, menghilangkan jerawat), meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meringankan penyakit inflamasi dan kardiovaskular, obat pencahar. Memiliki aktivitas antibakteri, antijamur, antiseptik, antioksidan, antiinflamasi, depurative, diuretik, emmenagogue, ekspektoran, afrodisiak, penenang, stimulan, antibakteri dan antivirus, antibiotik, antikanker, antiseptik, antiscorbutic.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Membersihkan hidung dan radang selaput lendir hidung dari Nasturtium

1. Membersihkan hidung dan radang selaput lendir hidung

  • Ambil daun nasturtium secukupnya cuci hingga bersih.
  • Rendam air dalam segelas air atau infus daun tunggu hingga beberapa lama.
  • Saring lalu gunakan air infus tersebut untuk membersihkan hidung dan radang selaput lendir hidung.
Ramuan tradisional Luka dari Nasturtium

2. Luka

  • Siapkan daun nasturtium secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oles pasta daun pada luka.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online. Tropaeolum majus L. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:310974-2. 28-06-2022.
  2. Healthbenefitstimes.com. Health benefits of Indian Cress. https://www.healthbenefitstimes.com/indian-cress/. 28-06-2022.
  3. IDN Medis. 2022. Nasturtium: Manfaat – Efek Samping dan Cara Penggunaan. https://idnmedis.com/nasturtium. 28-06-2022.
  4. Tropical Plants Database, Ken Fern. 2021. Tropaeolum majus. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Tropaeolum+majus. 28-06-2022.
  5. K. Jakubczyk, K. Janda, K. Watychowicz. et al. 2018. GARDEN NASTURTIUM (TROPAEOLUM MAJUS L.) - A SOURCE OF MINERAL ELEMENTS AND BIOACTIVE COMPOUNDS. Rocz Panstw Zakl Hig, 69(2):119-126.
  6. Brondani et al. 2016. Traditional usages, botany, phytochemistry, biological, biological activity abd toxicology of Tropaeolum majus L. A Review. Boletín Latinoamericano y del Caribe de Plantas Medicinales y Aromáticas 15 (4).