Pakis Haji
Ringkasan
Pakis haji (Cycas rumphii) adalah tumbuhan sikas setinggi hingga 10 meter dari famili Cycadaceae, tumbuhan asli Indonesia yang diperkirakan berasal dari Maluku dan kini berstatus 'Hampir Terancam' menurut IUCN karena kehilangan 20% habitatnya dalam 50 tahun. Daun muda dan bijinya diolah menjadi makanan setelah proses detoksifikasi khusus, sementara batangnya menghasilkan tepung sagu. Pakis haji secara tradisional dipakai sebagai tapal luka dan obat demam.
Agroekologi
Pakis haji seringkali ditemukan tumbuh di sepanjang pantai laut, di pedalaman pada substrat tanah dengan batuan kapur dan pasir, hutan di ketinggian rendah (ketinggian hingga 200 m dpl), di daerah tropis dan subtropis yang panas. Tanaman ini menyukai posisi cerah, namun toleran dan berhasil di tempat teduh. Pertumbuhannya menghendaki tanah lempung yang kuat dengan pasir yang tajam serta drainase yang baik.
Morfologi
- Akar memiliki struktur akar koralloid. Akar ini bercabang dari akar tunggang atau akar sekunder.
- Batang kuat, berkayu, tajuk bulat dan simetris. Percabangan monopodial, arah tumbuh batang tegak. Terkadang bercabang. Kulit berwarna abu-abu, pecah menjadi bentuk berlian dan berbentuk persegi panjang.
- Daun majemuk menyirip, besar, panjang daunnya 1,5-2,5 m, keras dan kaku, berwarna hijau, terletak berkumpul di puncak batang membentuk roset batang, berjumlah banyak. Helai anak daunnya sepanjang 20-30 cm, lebarnya sekitar 1 cm, pangkal daunnya runcing, ujung daun runcing, tepi daun rata, ibu tulang daun menonjol, permukaan halus dan mengkilat, berjumlah 45-90 di setiap sisi pelepah.
- Bunga bersatu dalam kerucut, terminal kerucut betina dengan banyak carpophylls, hingga 50 cm.
- Buah halus, berbentuk bulat telur sampai elips.
- Biji pipih berbentuk bulat telur-elips, berwarna oranye.
Budidaya
- Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji). Rendam benih terlebih dahulu selama 24 jam dalam air hangat sebelum disemai.
- Perkecambahan biasanya terjadi dalam 1-3 bulan pada 25 °C.
- Akar muda cukup rapuh dan setelah perkecambahan terjadi, akar tumbuh dengan cepat sehingga penempatan bibit menjadi hal yang penting untuk memberi mereka ruang akar yang cukup.
Kandungan Kimia
Resin, cycasin, β-glycosidase, amentoflavone, podocarpusflavone A, 2, 3-dihydroamentoflavone, 2, 3-dihydrohinokiflavone, isoginkacin, bilobetin.
Khasiat
Tapal pada luka dan bengkak, mengobati perut kembung dan muntah, bisul, gigitan ular dan serangga, ulkus ganas, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, pilek, gangguan ginekologi, TBC, demam, bersifat anodyne (penghilang rasa sakit) dan afrodisiak.
Nama Lokal
Buah raja (Maluku), Pakis raja.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Luka akibat gigitan hewan
- Siapkan daun pakis haji secukupnya lalu cuci dengan air mengalir sampai bersih.
- Haluskan daun hingga menjadi pasta.
- Oleskan pasta daun pada kulit yang luka.
2. Batuk dan pilek
- Ambil tanaman pakis haji lalu cuci hingga bersih.
- Rebus sampai mendidih.
- Saring hasil rebusan.
- Minum.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Cycas rumphii Miq. [diakses 22 September 2021]. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:326820-2.
- PROSEA. 2016. Cycas rumphii (PROSEA). [diakses 22 September 2021]. https://uses.plantnet-project.org/en/Cycas_rumphii_(PROSEA).
- Stuartxchange. 2018. Philippine Medicinal Plants: Pitogo. [diakses 22 September 2021]. http://www.stuartxchange.org/Pitogo.html.
- Useful Tropical Plants Database. 2021. Cycas rumphii. [diakses 22 September 2021]. https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Cycas+rumphii.
- Ngarbingan JE. 2017. ANALISIS KADAR KARBOHIDRAT PADA BIJI TUMBUHAN PAKIS HAJI (Cycas rumphii Miq). Biopendix Vol 4(1).
- Khan AV et al. 2021. Research Article: Antibacterial Activity of Cycas rumphii Miq. Leaves Extracts against Some Tropical Human Pathogenic Bacteria. Science Alert. [diakses 22 September 2021]. https://scialert.net/fulltext/?doi=jm.2011.761.768.