Paria Gunung
Ringkasan
Paria gunung (Cardiospermum halicacabum) adalah tumbuhan merambat semusim atau tahunan setinggi hingga 3 meter dari famili Sapindaceae yang berasal dari India Barat dan tersebar luas di daerah tropis Afrika, Amerika, dan Asia. Daun mudanya dapat disantap sebagai sayuran, sementara dalam pengobatan Ayurveda tanaman ini telah lama dipakai mengatasi berbagai gangguan kesehatan. Secara tradisional, paria gunung dipercaya membersihkan darah dan meredakan disentri.
Agroekologi
Tanaman ini tumbuh liar di lapangan rumput, tepi jalan, hutan, dan ladang. Pada tempat kering yang terkena sinar matahari penuh. Tanaman ini tumbuh pada ketinggian 700 m dpl, dengan suhu tahunan 18-20 °C, dan curah hujan tahunan 450-900 mm/th.
Morfologi
- Batang berlekuk 5, ramping, tidak berbulu.
- Daun majemuk, menjari, letak berseling. Anak daun terdiri dari 3 bagian, melengkung tajam. Tepi bergerigi, berwarna hijau.
- Bunga kecil, putih, berkumpul dalam karangan bunga, keluar dari ketiak daun.
- Buah berupa selaput, menggelembung bersegi tiga, berwarna hijau, berbulu halus.
- Biji bulat, berwarna hitam, di bagian tengah terdapat corak putih, mengkilap, berdiameter ≤ 5 mm.
Budidaya
- Perbanyakan tanaman secara vegetatif (stek batang) dan generatif (biji).
- Benih berkecambah pada suhu 15-40 °C.
Kandungan Kimia
Saponin, tanin, asam amino, apigenin, protocatechuic acid, protocatechualdehyde, hentriacontanol, calycosin, rutin, quercetin, fenolik, aliphatic ester, flavonoid, benzene acetic acid, caryophyllene, phytol, neophytadiene.
Khasiat
Menghilangkan pembekuan darah dan bengkak, membersihkan darah, menetralkan panas dan racun, antiradang, mengobati diare, sembelit, disentri, menormalkan siklus haid, menyembuhkan hepatitis, tapal pasca melahirkan.
Simplisia
- Siapkan seluruh bagian tanaman paria gunung.
- Cuci bersih dengan air yang mengalir.
- Kering anginkan bahan atau dapat menggunakan oven bersuhu 40 °C sampai kadar air 10%.
- Simpan ke dalam wadah bersih dan kedap udara.
Nama Lokal
Ketipes, Parenan, Pulungan (Jawa), Cenet areuy (Sunda) dan Pepare kurung (Jakarta).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Hepatitis
- Paria gunung segar sebanyak 30-60 g atau kering sebanyak 10-15 g dicuci dan dipotong seperlunya.
- Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 11⁄2 gelas air, saring ramuan dan dinginkan.
- Minum 2 kali sehari pada pagi dan sore hari.
2. Tapal perut pasca melahirkan
- Siapkan daun paria gunung secukupnya.
- Giling daun hingga menjadi lumat.
- Tempelkan pada perut untuk mengeluarkan sisa darah kotor pada wanita setelah melahirkan.
Sumber Referensi
- Chen J, 2013. Study on chemical constituent of Cardiospermum halicacabum. www.ncbi.nlm.nih.gov 06-05- 2020.
- Plants for A Future. Cardiospermum halicacabum. https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Cardiospermum+halicacabum 12-06-2020
- Dalimartha Setiawan. 2006. Ramuan tradisional untuk pengobatan penyakit Hepatitis. Penebar Swadaya, Jakarta
- HealtsBenefitsTimes. https://www.healthbenefitstimes.com/balloon-vine/ 26-06-2020
- National Parks. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/3/1362 18-01-2021