Pepaya
Ringkasan
Pepaya (Carica papaya) adalah herba setinggi 2,5-10 meter dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Selatan dan kini dibudidayakan luas di Indonesia, terutama Jawa Timur dan Lampung. Kandungan antioksidannya dipercaya melindungi jantung dan meningkatkan kadar kolesterol baik, sementara daunnya biasa dimasak sebagai sayuran atau pelunak daging. Secara tradisional, pepaya juga dipakai mengobati cacingan dan malaria.
Agroekologi
Tumbuh pada ketinggian 500-1.000 m dpl. Menyukai kondisi tanah lembap, subur, tidak tergenang air, pH tanah 5,5-7, suhu udara optimum 23-27 °C, curah hujan 1.000-2.000 mm/th, serta kelembapan udara 40%.
Morfologi
- Akar tunggang, berwarna putih kekuningan.
- Batang tak berkayu, bulat, berongga, bergetah, terdapat bekas pangkal daun.
- Daun berwarna hijau, tunggal, pertulangan menjari, ujung runcing, garis tengah 25-75 cm, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah hijau agak muda.
- Bunga berbentuk terompet, terletak di ketiak daun, tepi bertajuk lima, putih kekuningan.
- Buah berbentuk bulat hingga lonjong, tunggal, buni, berdaging lunak, berair.
- Biji agak bulat, cokelat kehitaman, permukaan sedikit keriput dibungkus kulit ari transparan.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (kultur in vitro).
Kandungan Kimia
Alkaloid, saponin, phenol, flavonoid, asam amino, anthraquinone, steroid, carotenoids, polyphenols, terpenoid, asam palmitik, asam stearik, oleic acid, farnesyl cyanide.
Khasiat
Mengobati cacing keremi, demam, mulas, malaria, difteri, luka bakar, nyeri sendi, mengurangi peradangan, melancarkan pencernaan, menyehatkan jantung dan kulit, mencegah gangguan penglihatan.
Simplisia
- Cuci daun pepaya dengan air bersih yang mengalir.
- Keringkan dengan cara dikering-anginkan selama kurang lebih 3 hari. Pengeringan dilanjutkan dalam oven bersuhu 40 °C selama 24 jam.
- Haluskan daun menggunakan blender hingga menjadi serbuk.
- Simpan dalam wadah yang kedap udara.
Nama Lokal
Kates, Gandul (Jawa), Gedang (Sunda), Kapaya (Sulawesi), Papas (Ambon).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Malaria
- Ambil 5 lembar daun pepaya muda, 5 tanaman meniran, 110 ml air.
- Cuci bersih semua bahan lalu didihkan selama 10-15 menit. Saring menggunakan kain bersih lalu peras.
- Minum ramuan 1 kali sehari, sebanyak 100 ml. Lakukan selama 14 har
2. Luka bakar
- Oleskan getah pepaya pada luka untuk mencegah prlepuhan dan mengurangi rasa nyeri.
Sumber Referensi
- Kining ES, Falah N, Nurhidayat. 2016. TheIn Vitro Antibiofilm Activity of Water Leaf Extract of Papaya (Caricapapaya L.) against Pseudomonas aeruginosa. Current Biochemistry 2(3): 150-163.
- Balittro. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.Pepaya. http://balittro.litbang.pertanian.go.id/?page_id=5459 20-11-2020
- Wardani FF dkk. 2019. Perbanyakan Pepaya (Carica papaya L.) ‘Sukma’ In Vitro dari Eksplan Tunas Pucuk sebagai Respon terhadap BA dan NAA. J. Agron. Indonesia, Agustus 2019, 47(2):203-209.
- Indah IAP, E Sulistyorini. Cancer Chemoprevention Research Center. Papaya. https://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=477 20-11-2020
- Permadi. I. W. A. 2012. Morfologitanaman papaya (Carica papaya L). https://www.slideshare.net/Wayanadi/morfologi-tumbuhan-pepaya. 20-11-2020
- Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. BalaiPenelitiandanPengembanganPertanian. 2017. PetunjukTeknisBudidayaPepaya. Diakses padatanggal 6 September 2020 melalui http://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/01-Edited-JuknisPepaya.pdf. 20-11-2020