Petungan
Ringkasan
Petungan (Cyanotis cristata) adalah herba setinggi 0,1-0,5 meter dari famili Commelinaceae, gulma pantropis yang tersebar dari Afrika tropis hingga Indonesia. Masyarakat Jawa Barat memakai daun dan batangnya sebagai sayuran, sementara tanaman ini secara tradisional dipercaya efektif mengatasi gigitan ular. Petungan juga dipakai sebagai bumbu dan rempah lokal.
Agroekologi
Petungan dapat ditemukan tumbuh di tempat berumput dan daerah berpasir dekat laut. Terutama di daerah kering, tetapi dapat tumbuh juga di daerah lembap, di pinggir jalan, bebatuan, pada ketinggian hingga 1.000 m dpl. Toleran terhadap kekeringan dan mampu bertahan setidaknya 2 minggu tanpa hujan atau penyiraman. Tanaman ini menyukai posisi yang berada di bawah sinar matahari penuh, dan kondisi tanah yang berdrainase baik serta mampu hidup pada tanah yang kurang subur.
Morfologi
- Akar serabut, berakar di bawah nodus.
- Batang berdaging, mengandung air, tumbuh bersujud dan merayap, bercabang dari pangkal, pada interval yang tidak teratur.
- Daun berdaging, berbulu di sepanjang tepinya, berubah dari hijau menjadi kemerahan bila terkena sinar matahari yang kuat dan stres kekeringan, letak daun berseling atau tersebar, tepi daun rata, berbentuk bulat telur-lonjong hingga lanset, dasar berbentuk hati atau bulat, tidak bertangkai.
- Bunga kecil, mahkota berlobus 3, menyatu ke dalam tabung, berwarna biru pucat sampai ungu, dengan gaya filamen ungu-biru yang menarik, memiliki kepala sari di ujung seperti rumbai atau jambul yang berwarna kuning. Bracts berdaun, berbentuk bulat telur-lanset, jauh melebihi cymes, gundul, ujung daun meruncing, tepi bersilia, helai kelopak daun bersatu membentuk tabung. Perbungaan terminal dan aksila, soliter, cymes yang sangat bengkok.
- Buah kapsul eksplosif berbentuk segitiga, berwarna cokelat dengan biji kecil dan bracts persisten, bermembran, hampir gundul, pilose di puncak, biasanya berbiji 6.
- Biji berbentuk ovoid sampai ellipsoid, berwarna abu-abu-cokelat.
Budidaya
Perbanyakan secara vegetatif dengan stek batang dan secara generatif dengan menggunakan biji.
Kandungan Kimia
Flavonoid, tanin, saponin, glikosida, alkaloid, dan terpenoid.
Khasiat
Mengatasi pembengkakan dan gigitan ular, menyembuhkan luka, memiliki aktivitas sebagai antioksidan.
Nama Lokal
Djeworan, Gewor, Tali.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mengobati pembengkakan
- Ambil akar petungan secukupnya lalu cuci hingga bersih.
- Haluskan hingga menjadi pasta.
- Oleskan pada bagian kulit yang bengkak.
2. Luka
- Ambil tanaman petungan cuci hingga bersih.
- Haluskan bahan hingga menjadi pasta.
- Oles pasta pada luka.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Cyanotis cristata (L.) D.Don. http://plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:172463-1. 04-10-2021.
- Flora fauna Web. 2020. Cyanotis cristata D.Don. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/9/1911. 04-10-2021.
- Setyawati,T., Narulita, S., Bahri I.P., Rahardjo, G.T., 2015. A Guide Book to Invasive Alien Plant Species in Indonesia. Research, Development and Innovation Agency. Ministry of Environment and Forestry.
- PROSEA. 2016. Cyanotis cristata (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Cyanotis_cristata_(PROSEA). 04-10-2021.
- Mayur D. Nandikar, Gurav R.V., 2014. RESEARCH ARTICLE: A Revision of the Genus Cyanotis D. Don (Commelinaceae) in India. Taiwania, 59(4): 292– 314. DOI: 10.6165/tai.2014.59.4.292.