Pirdot

Saurauia bracteosa DC.

Actinidiaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Pirdot (Saurauia bracteosa) adalah pohon endemik setinggi 3-15 meter dari famili Actinidiaceae yang tersebar di zona pegunungan Jawa, Sumatra, dan Sulawesi Barat Daya, dengan sebaran khusus di Simalungun hingga Tapanuli Selatan. Suku Batak secara turun-temurun memakai tanaman ini untuk mengobati luka sayat, baik pada manusia maupun hewan ternak. Pirdot juga dipercaya membantu menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah.

Agroekologi

Pirdot banyak dijumpai di tempat-tempat terbuka, hutan hujan, sepanjang aliran sungai,dekat air terjun, di tempat lembab dan basah pada ketinggian 600-1.200 m dpl. Tumbuh di tempat yang teduh, tanah berpasir, banyak humus, dan tanah liat. 

Morfologi

  • Batang berwarna cokelat, mudah patah.
  • Daun berbentuk lonjong–jorong, tulang daun menyirip. Tepi bergerigi, meruncing diujung dan bulat di pangkal. Permukaan atas berwarna hijau dan bagian bawah berwarna kecokelatan. Permukaan daun muda berbulu, tetapi tidak berbulu saat dewasa.
  • Bunga memiliki mahkota bercelah di ujung,putih, menyatu di bagian dasar. Kelopak lebih pendek dibandingkan mahkota. Benang sari kuning, berjumlah 30–50.
  • Buah bulat seperti kelereng bewarna hijau tua ketika masih muda, berbulu, berlendir.
  • Biji bulat tak beraturan, kecil, cokelat.

Budidaya

Perbanyakan secara vegetatif (stek pucuk dan batang) dan generatif (biji). 

Kandungan Kimia

Triterpenoid pentasiklik, asam oleanolat,senyawa fenolik, flavonoid, saponin, alkaloid, anthraquinones, steroid, tannin, coumarins, minyak esential. 

Khasiat

Memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan,mengobati asam urat, kanker, kudis,menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar gula darah, mengobati luka sayat (manusia dan ternak), mengurangi rasa tegang di leher, meningkatkan stamina. 

Simplisia

  • Pilih daun yang segar dan sehat. Cuci bersih dengan air mengalir dan biarkan layu pada suhu kamar hingga 1 hari.
  • Susun daun di atas nampan, tutupi dengan kain hitam, keringkan di bawah sinar matahari selama 1 hari kemudian keringkan dengan oven pada suhu 60 ºC selama 2-4 jam.
  • Haluskan daun yang sudah kering hingga berbentuk serbuk.
  • Simpan dalam wadah tertutup dan kedap udara. 

Nama Lokal

Ki leho (Sunda), Lotrok (Jawa), Soyogik (Manado).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menurunkan kadar gula darah dari Pirdot

1. Menurunkan kadar gula darah

  • Keringkan 7 lembar daun terlebih dahulu.
  • Rebus daun pirdot yang telah kering tersebut dalam wadah yang berisi 3 gelas air sampai air yang tersisa tinggal 1 gelas, dinginkan.
  • Minum 2 kali sehari, pada pagi dan sore hari.

Sumber Referensi

  1. Ali C, Aminah A. 2017. Perkembangan bunga dan buah Pirdot (Saurauia bracteosa DC.) Di Arboretum Aek Nauli. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 14(2): 103-114.
  2. Kadji, Miranty H, Runtuwene MRJ, Citraningtyas G. 2013. Uji Fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC). PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi –UNSRAT 2(2).
  3. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. 2019. Pirdosol herbal Pirdot anti diabetes produk Balitbang LHK Aek Nauli.  https://www.menlhk.go.id/index.php  23-12-1019
  4. Lisi AKF, Runtuwene MRJ, Wewengkang DS. 2017. Uji fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak methanol bunga Soyogik (Saurauia bracteosa DC.). PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi 6(1):53-61.
  5. Situmeang Boima, Suparman AR, Kadarusman M, Parumbak AS, Herlina T. 2018. Isolasi senyawa triterpenoid dari ekstrak etil asetat Pirdot (Saurauia vulcani. Kurth). Jurnal Kimia VALENSI: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Ilm u Kimia 4(2): 93-97.