Pohon Zigzag
Ringkasan
Pohon zigzag (Euphorbia tithymaloides) adalah sukulen setinggi 0,4-0,7 meter dari famili Euphorbiaceae yang berasal dari Florida hingga Amerika Selatan bagian utara. Batangnya yang berbentuk zigzag unik menjadikannya tanaman hias dan pagar populer, meski getahnya beracun dan perlu ditangani hati-hati. Dalam pengobatan tradisional China, pohon zigzag dipakai mengatasi cedera traumatis dan patah tulang.
Agroekologi
Pohon zigzag dapat ditemukan tumbuh di berbagai habitat termasuk semak belukar kering, sabana pantai, gurun, lereng bukit, sepanjang tepi jalan di tanah berbatu, pada ketinggian mulai dari permukaan laut hingga 1.200 m dpl. Tanaman ini lebih menyukai kondisi kering dan cerah, tetapi dapat mentolerir naungan sedang. Pohon zigzag mampu beradaptasi untuk tumbuh di hampir semua jenis tanah dengan derajat keasaman tanah (pH) antara 6,1-7,8, serta berdrainase baik. Pertumbuhannya menyukai area dengan curah hujan rata-rata berkisar antara 700-1.800 mm/th dan toleran terhadap kekeringan yang tinggi.
Morfologi
- Akar tunggang dengan sedikit cabang, banyak akar lateral kecil, berwarna cokelat muda, akar luarnya halus dan baunya sedikit aromatik.
- Batang kokoh, tegak, sukulen, bulat, sedikit berdaging, sangat lentur, gundul atau puber saat muda, berwarna hijau, memiliki bentuk zigzag, mengeluarkan getah seperti susu ketika dipatahkan, dan baunya sedikit aromatik.
- Daun berbentuk bulat telur atau bulat telur panjang, berdaging, kedua permukaan puber, gundul, halus dan mengkilap, pangkal membulat atau tumpul, puncak meruncing, tepi daun rata hingga sedikit bergelombang, tulang daun menyirip. Letak daun disusun secara bergantian dengan satu daun per titik di sepanjang batang di sisi bergantian.
- Bunga berwarna merah, berbentuk burung, berkelompok di ujung batang. Setiap cyathia (struktur bunga yang mengandung bagian jantan dan betina terpisah) ditopang oleh tangkai sepanjang 3-8 mm. Cyathia, simetri bilateral, tidak berbau, tabung berwarna merah-hijau di bawah. Bunga jantan memiliki tangkai bunga ramping, gundul, mirip filamen; kepala sari bulat, sedikit lebih pendek dari filamen. Bunga betina disisipkan di tengah daun pembalut (involukre), miring, keluar dari involukre, daun pembalut berbentuk sepatu, berwarna merah tua atau ungu-merah, sama sisi, gundul, puncak hampir berbentuk labia, lobus kecil, lonjong, 3 bergerigi di puncak, lobus lainnya berbentuk perahu.
- Buah kapsul, berbentuk kubus dengan ujung terpotong, berlobus 3 dalam.
- Biji berwarna cokelat abu-abu, berbentuk agak bulat (sub globose).
Budidaya
Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) dan vegetatif (perakaran stek batang).
Kandungan Kimia
Euphorbol, beta-sitosterol, dammaronol A, dotriacontan-1-ol, friedelanol, hentriacontan-1-ol, cycloartenone, octacosanol, oxime, steroids, cardiac glycosides, kaempferol 3-O-b-D-glucopyranoside-6‟-(3-hydroxy-3-methylglutarate), quercitrin, isoquercitrin, scopoletin, tanin, triterpenes, coumarins, saponin, asam ursolat, luteolin, azafrin, dan senyawa fenolik.
Khasiat
Mengobati cedera traumatis dan patah tulang, menyembuhkan luka, bisul, borok, penawar racun gigitan serangga atau lipan, asma, bengkak dan kemerahan pada mata, batuk yang terus-menerus, radang tenggorokan, sariawan, penyakit kelamin, sakit telinga, bengkak, kapalan, kutil, kurap, kanker kulit, sakit gigi, hernia umbilikalis (pusar bodong). Memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimalaria, antituberkulosis, antijamur, dan antibakteri.
Nama Lokal
Penawar lilin, Penawar lipan, Pokok lipan.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Bengkak dan kemerahan pada mata
- Cuci bersih 7 g tumbuhan pohon zigzag segar.
- Rebus dengan 4 gelas air, sampai tersisa 2 gelas air.
- Diamkan hingga dingin lalu minum.
- Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing 1 gelas.
2. Bisul dan borok
- Ambil tumbuhan pohon zigzag secukupnya, lalu cuci hingga bersih.
- Giling tumbuhan hingga halus.
- Balurkan hasil gilingan pada pada bagian tubuh yang sakit.
Sumber Referensi
- Royal Botanical Gardens. 2019. Plants of the World Online: Euphorbia tithymaloides L. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:102036-2. 05-10-2021.
- CAB International. 2021. Euphorbia tithymaloides (devil's backbone). https://www.cabi.org/isc/datasheet/121886#tohabitat. 05-10-2021.
- Flora Fauna Web. 2020. Euphorbia tithymaloides L. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/3/2307. 05-10-2021.
- Kumar T., Gupta A., Gidwani B., Kaur C.D., 2015. Phytochemical Screening and Evaluation of Anthelmintic Activity of Euphorbia tithymaloidus. International Journal of Biological Chemistry, 9: 295-301. DOI: 10.3923/ijbc.2015.295.301.
- Poudel R., Srivastava R., Tripathi A., 2019. Pharmacognostical & Physicochemical Studies of Euphorbia tithymaloides (L.) Poit. IOSR Journal Of Pharmacy And Biological Sciences (IOSR-JPBS) 14(6): 17-24.
- Srivastava R., Soni N. 2019. An updated review on phytopharmacological profile of Euphorbia tithymaloides (L.) Poit. The Pharma Innovation Journal, 8(5): 109-115.