Pulutan

Urena lobata L.

Malvaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Pulutan (Urena lobata) adalah perdu tegak setinggi hingga 1 meter dari famili Malvaceae yang berasal dari Asia atau Afrika dan kini tumbuh liar di hampir seluruh kawasan tropis dan subtropis dunia. Batangnya menghasilkan serat yang dipakai membuat kain kasar dan tali tradisional. Di luar itu, pulutan secara tradisional dipercaya meredakan radang usus, influenza, dan gigitan ular.

Agroekologi

Pulutan membutuhkan iklim yg panas dan lembab dengan sinar matahari yg cukup, curah hujan yg banyak. Menyukai suhu rata-rata 21-27 °C, kelembaban relatif 73-85%, curah hujan 160-210 mm/bln selama trend tanam. Biasanya ditemukan mulai dari dataran rendah hingga 2.000 m dpl.

Morfologi

  • Akar tunggang sekitar 20-40 juga akar lateral panjang hingga 2 m.
  • Batang berbentuk lingkaran, banyak percabangan, berwarna coklat keunguan, sedikit berbulu.
  • Daun alternate (tersebar secara spiral), ukuran dan bentuk bervariasi, berbentuk lancip pada ujung daun, berwarna hijau. Panjang tangkai daun sekitar 0,2-12 cm dan permukaan daunnya berbulu.
  • Bunga muncul pada ketiak daun, berkelompok 2-3 bunga, berbentuk lonceng berwarna merah muda. Kelopak bunga pulutan lingkaran telur dengan ukuran 1,5 cm. Kepala sari terletak dikepingan atas, berwarna ungu, dengan serbuk sari yg berwarna putih.
  • Buah terdiri dari 5 bersegi tiga, tidak membelah, bakal biji 1, panjang sekitar 4-5 mm, ditutupi dengan bulu berduri & epilog tebal rambut ibarat bintang. Biji reniform, panjang 2,5-3,5 mm, keras berbulu ke gundul, berwarna coklat.

Budidaya

Perbanyakan tanaman dilakukan secara generatif (menggunakan biji).

Kandungan Kimia

Alkaloid, tanin, terpenoid, flavonoid, saponin, steroid, phlobataninsterol, glikosida, quercetin, β-sitosterol-3-O-β-D-glucopyranoside, imperatorin dan furocoumarin.

Khasiat

Antiinflamasi, antioksidan, mengobati radang usus, kandung kemih, sakit perut, diare dan disentri, kolik, influenza, penyakit kelamin gonore, demam, malaria, obat luar patah tulang, luka, mastitis, gigitan ular, gondok, gangguan pencernaan, keputihan, malaria, reumatik, radang amandel, sakit gigi, obat cacing.

Simplisia

  • Kumpulkan daun pulutan segar dan tidak busuk. Cuci hingga bersih dengan air mengalir.
  • Jemur di bawah naungan selama beberapa hari hingga kering atau hingga kadar air kurang dari 10%.
  • Simpan dalam wadah/plastik bersih.

Nama Lokal

Caesarweed.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Influenza dari Pulutan

1. Influenza

  • Cuci bersih 24 g akar pulutan.
  • Rebus dalam air bersih secukupnya.
  • Setelah dingin, minum air rebusan tersebut.
Ramuan tradisional Disentri, diare dan reumatik dari Pulutan

2. Disentri, diare dan reumatik

  • Rebus 30-60 g akar pulutan kering dalam air bersih secukupnya.
  • Minum air rebusan tersebut.
Ramuan tradisional Keputihan dan bisul dari Pulutan

3. Keputihan dan bisul

  • Seduh 7 lembar daun pulutan dengan 1 gelas air hangat. Biarkan daun mengembang dan meresap.
  • Minum ramuan selagi hangat.