Purwaceng Gunung
Ringkasan
Purwaceng gunung (Artemisia lactiflora) adalah herba setinggi 50-150 cm dari famili Asteraceae yang tersebar dari Asia Tenggara hingga China Selatan dan India Barat, umumnya tumbuh liar di hutan dan tepi sungai. Daunnya kerap dimasak sebagai sayuran pelengkap hidangan ikan karena mampu mengurangi bau amis. Di China, tanaman ini secara tradisional dipakai mengatasi gangguan menstruasi dan sebagai tonik afrodisiak.
Agroekologi
Tumbuh optimal di tempat dengan ketinggian 800-2.300 m dpl. Adaptasi luas mulai dari daerah dua musim hingga ke empat musim. Menyukai tanah subur dengan kelembapan tinggi, kondisi sedikit naungan, sejuk serta terhindar sinar matahari langsung.
Morfologi
- Akar serabut berwarna putih kekuningan.
- Batang bulat, beruas-ruas, licin, berwarna hijau keunguan.
- Daun majemuk, anak daun bentuknya seperti kaki bebek, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, pertulangan daun tegas, warna hijau, mengkilap.
- Bunga majemuk, tandan di ujung batang, kelopak hijau, bentuk bintang, berlekuk 5, mahkota halus mengelilingi cawan bunga tempat benang sari dan putik, putih gading.
- Biji lanset, kecil, berwarna cokelat.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif (menggunakan biji) maupun vegetatif (stek batang dan anakan).
Kandungan Kimia
7-hydroxycoumarin, 7-methoxycoumarin, balanophonin, aurantiamide, aurantiamide acetate, isovitexin, kaempferol-3-O-beta-drutinoside, rutin, caffeic acid ethyl ester, quercetin, methyl 3, 5-di-O-caffeoyl quinate, methyl 3, 4-di-O-caffeoyl quinate, stigmasterol, saponin, kardenolin, flavonoid, minyak atsiri.
Khasiat
Afrodisiak, tonik, peluruh haid, memperlancar air seni, meredakan sakit perut, memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antidiuretik, dan antiradang.
Simplisia
- Petik daun purwaceng gunung segar. Cuci bersih dengan air mengalir.
- Iris tipis-tipis dan dikeringanginkan di bawah naungan selama beberapa hari atau keringkan menggunakan oven bersuhu 40 °C hingga kering merata.
- Simpan simplisia dalam wadah tertutup, tidak tembus cahaya dan pada suhu ruang.
Nama Lokal
Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut..
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Haid tidak teratur
- Siapkan 60 g daun purwaceng gunung segar dan 400 ml air.
- Rebus daun hingga mendidih selama 10 menit, saring, dinginkan dan minum 2 kali sehari (pagi dan sore hari).
2. Sakit perut
- Siapkan 30-60 g seluruh bagian tanaman purwaceng gunung segar dicuci hingga bersih.
- Rebus dengan 200 ml air hingga mendidih selama 5 menit.
- Saring dan dinginkan. Minum 2-3 kali sehari.
Sumber Referensi
- Widiyaningrum Herlina. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Media Pressindo, Jakarta.