Putat India

Barringtonia acutangula (L.) Gaertn.

Lecythidaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Barringtonia acutangula atau putat India tersebar luas dari Afghanistan dan India hingga Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Australia utara. Tumbuhan ini menempati posisi penting dalam formulasi Ayurveda India, dengan hampir seluruh bagiannya dipakai dalam pengobatan tradisional sejak zaman kuno untuk mengatasi demam, diare, cacingan, hingga radang paru-paru. Di luar fungsi obatnya, daun mudanya disantap sebagai sayuran, kulit kayunya dipakai sebagai racun ikan, dan kayunya dimanfaatkan untuk membuat kapal serta perabot.

Agroekologi

Habitat B. acutangula ditemukan tersebar di sepanjang tepi sungai, danau di hutan cemara dan hutan gugur, serta di dataran banjir yang tergenang secara musiman dan lahan basah air tawar, lokasi rawa, pantai berbatu atau berpasir pada ketinggian dari permukaan laut hingga 400 m dpl. Tumbuh baik di berbagai jenis tanah, termasuk tanah liat yang berat dan menyukai tanah yang lembap secara permanen tetapi memiliki drainase yang baik, dengan posisi di bawah sinar matahari penuh atau sedikit teduh. B. acutangula toleran terhadap kekeringan juga genangan air. Tetapi tidak tahan terhadap musim kemarau yang panjang dan suhu yang mendekati 0 °C.

Morfologi

  • Akar tunggang dan berserabut.
  • Batang bercabang banyak, memiliki kulit kayu bercelah vertikal, berkerut, berwarna cokelat-abu-abu. Bagian tengah kayu berwarna merah muda hingga abu-abu kemerahan.
  • Daun unifoliate, tersusun berseling atau tersebar (alternate), berbentuk elips hingga lonjong, permukaan daun kasar dan sebagian besar halus, berwarna hijau pekat, venasi daun menyirip. Ujung daun runcing, pangkal daun meruncing. Tepi daun bergelombang, bergigi halus dan tangkai daun pendek (panjang 0,4-1,5 cm). Daun skala (cataphylls) berbentuk segitiga hingga linier. Daunnya bisa rontok sebagian selama musim kemarau yang panjang.
  • Bunga memiliki tangkai bunga terjumbai yang panjangnya sepanjang lengan. Setiap tangkai berisi hingga 75 kuntum bunga yang mekar di malam hari. Bunga-bunga kecil namun mencolok, berwarna merah tua, harum. Setiap bunga memiliki 4 - 5 (umumnya 4) helai mahkota bunga dan banyak benang sari berserabut yang berwarna merah muda tua hingga merah, dengan 4 sepal hijau setengah lingkaran.
  • Buah kering, kapsul, bersudut 4 atau lonjong-bulat telur, runcing di ujungnya, berserat, dan gabus dengan bagian dalam yang kenyal yang memungkinkannya mengapung dan tersebar oleh air. Setiap buah memiliki panjang 2-6 cm dan lebar 1-3 cm, serta berisi 1 biji di dalamnya. Buah matang berwarna cokelat.
  • Biji berwarna hitam, berbentuk bulat telur.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman dengan biji dan stek batang. 
  • Paling baik disemai segera setelah matang dalam posisi di bawah cahaya penuh. Sekitar 90% benih segar berkecambah.

Kandungan Kimia

Saponin triterpen, acutangulosides A-F, acutanguloside D-F metil ester, aglikon triterpen tunggal, tanginol, asam barrinic, asam barringenic, asam barringtogenik, asam tangulic dan asam acutangulic, terpen, flavonoid, tanin, steroid, glikosida, barringtogenol B, C dan D, asam 9-Oktadekenoat, betulin-3-kafeat, amyrin, 3,3'-dimethoxy ellagic acid, dihydromyticetin, asam galat, asam bartogenik, stigmasterol.

Khasiat

Meredakan demam, mengobati diare dan gangguan pencernaan (kolik, kembung, dll), cacingan, epilepsi, malaria, meredakan batuk, pilek, asma, radang paru-paru, bronkitis, sakit kepala, penyakit kuning, gangguan hati, ganguan limpa, mengobati bisul, luka dan infeksi kulit, kusta, artralgia (nyeri pada persendian), dismenore (nyeri haid), nyeri pinggang, gonore (kencing nanah), radang mata (oftalmia). Tonik kesehatan untuk mengatasi tubuh lemas, meningkatkan sirkulasi darah dan mengatur siklus menstruasi, obat kumur untuk masalah gusi. Biji digosokkan di dada atau dimakan dengan jahe untuk menginduksi muntah dan mengeluarkan lendir pernapasan. Memiliki aktivitas sebagai antimikroba, antipiretik, antimalaria, antiinflamasi, antioksidan, antirematik, analgesik, antidiare.

Simplisia

  • Ambil biji putat india cuci hingga bersih lalu tiriskan.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C  hingga kadar air 10%.
  • Haluskan hingga menjadi bubuk.
  • Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Alakang.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Erupsi kulit dari Putat India

1. Erupsi kulit

  • Ambil daun putat india secukupnya cuci hingga bersih.
  • Tumbuk daun dan tambahkan minyak secukupnya.
  • Oles pada kulit yang sakit.

Sumber Referensi

  1. Barringtonia acutangula (L.) Gaertn. | Plants of the World Online | Kew Science
  2. NParks | Barringtonia acutangula
  3. Himbabalod, Barringtonia acutangula: Philippine HERBAL Medicine / Medicinal Herbs / StuartXchange
  4. Barringtonia acutangula - Useful Tropical Plants (theferns.info)
  5. Barringtonia acutangula - Monaco Nature Encyclopedia
  6. Kaur, M., Singh, G. and Mohan, C., 2013. Barringtonia acutangula: A traditional medicinal plant. Int. J. Pharm. Sci. Rev. Res23(1), pp.168-171.