Rhubarb Chard Swiss

Beta vulgaris subsp. vulgaris L.

Amaranthaceae

Lokasi di kebun Sayuran

Ringkasan

Beta vulgaris subsp. vulgaris, yang dikenal sebagai bayam swiss atau rhubarb chard swiss meski namanya menyebut Swiss, sesungguhnya berasal dari kawasan Mediterania dan Eropa. Daun mudanya lazim disantap sebagai salad sementara yang lebih tua dimasak atau ditumis, dan berkat batangnya yang berwarna merah cerah tumbuhan ini juga populer sebagai tanaman hias. Kandungan fitonutrien, vitamin K, C, A, serta mineralnya menjadikan sayuran ini sumber antioksidan dan antiinflamasi yang baik untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Agroekologi

Rhubarb Swiss adalah tanaman dua tahunan yang tumbuh sebagai tahunan di semua zona beriklim sedang. Tanaman ini kuat hingga suhu sekitar -9 °C, tetapi meskipun paling baik dalam suhu dingin, ia dapat mentolerir panas dengan penyiraman yang memadai. Budidaya yang sukses membutuhkan lokasi yang mendapat sinar matahari penuh, tetapi tumbuh dengan baik jika ditempatkan pada tempat yang teduh, dengan tanah yang kaya bahan organik dan memiliki drainase yang baik. Untuk menentukan karakteristik tanah Anda, lakukan uji tanah. Kisaran pH yang ideal adalah antara 6,0 dan 8,0, sedikit lebih asam daripada bit.

Morfologi

  • Akar memiliki sistem perakaran yang dalam, kuat, dan berkayu.
  • Batang merah cerah.
  • Daun lebar, bergelombang, berkerut dengan ukuran panjang sekitar 37 cm dan lebar 25 cm. Daun hijau tua mengkilap dan renyah. Tulang daun dan tangkainya berwarna merah cerah. Panjang tangkai mencapai ketinggian dari 25-30 cm.
  • Biji berjumlah 2 hingga 8 biji halus.

Budidaya

Perbanyakan dapat dilakunan dengan menggunakan biji. Sebelum ditanam sebaiknya biji bayam swiss direndam selama 15 menit menggunakan air hangat. Cara ini dilakukan untuk mempercepat proses perkecambahan. Kemudian tabur benih pada media tanam dengan kedalaman 1,2 cm dengan suhu tanah 10 °C. Pindahkan benih yang telah tumbuh ke kebun setelah tingginya mencapai 6-8 cm. Bayam swiss juga akan tumbuh tunas kembali setelah daunnya dipotong sehingga bisa dipanen beberapa kali dalam sebulan. 

Kandungan Kimia

Sumber serat, betalain, flavonoid, b-karoten, polifenol.

Khasiat

Mencegah diabetes, mencegah kanker, memelihara tulang agar tetap sehat, meningkatkan kecerdasan otak, memperlancar peredaran darah, menjaga tekanan darah, menghentikan pendarahan pada luka, baik untuk kesehatan penglihatan dan rambut.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menghentikan pendarahan pada luka dari Rhubarb Chard Swiss

1. Menghentikan pendarahan pada luka

  • Ambil daun bayam swiss secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Tapal pasta daun pada luka untuk menghentikan pendarahan.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. Plants of the World Online: Beta vulgaris subsp. vulgaris. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:165550-3. 21-06-2022.
  2. Health Benefit Times. 2021. Swiss chard – Beta vulgaris subsp. vulagaris.https://www.healthbenefitstimes.com/swiss-chard/. 21-06-2022.
  3. Nan Schiller. 2019. How to Plant and Grow Swiss Chard. https://gardenerspath.com/plants/vegetables/grow-swiss-chard/. 21-06-2022.
  4. Dera. 2020. Swiss Chard, Sayuran Cantik Bergizi Tinggi dengan Batang Warna-warni. https://hortikultura.sariagri.id/63003/swiss-chard-sayuran-cantik-bergizi-tinggi-dengan-batang-warna-warni. 21-06-2022.