Rimangi

Coleus monostachyus (P.Beauv.) A.J.Paton

Lamiaceae

Lokasi di kebun Gulma

Ringkasan

Rimangi (Coleus monostachyus) adalah herba tegak semusim atau tahunan setinggi hingga 1 meter dari famili Lamiaceae yang berasal dari Afrika tropis, tercatat pertama kali di Singapura pada 2009. Daunnya disantap sebagai sayuran lokal, sementara getahnya secara tradisional dipakai sebagai obat penenang dan perut. Di Afrika, rimangi juga memiliki banyak kegunaan ritual terkait kehamilan.

Agroekologi

Rimangi dapat ditemukan tumbuh di berbagai habitat, namun biasanya tumbuh menggulma di area persawahan, sepanjang aliran air, dan daerah yang ternaungi, pada ketinggian 1-1.600 m dpl. Suhu yang sesuai untuk pertumbuhannya berada pada kisaran 15-28 °C, dengan curah hujan antara 1.800-3.000 mm/th. Menyukai kondisi tanah yang gembur dan subur dengan kebutuhan air dalam rentang sedang hingga tinggi, serta posisi berada dalam naungan parsial maupun sinar matahari penuh.

Morfologi

  • Batang lunak, menyegi empat, berbulu balig, hijau dengan semburat ungu kemerahan, ruas 1-10 cm, percabangan monopodial.
  • Daun berhadapan-bersilangan, tunggal, berbulu balig-menggimbal. Helaian membulat telur hingga membulat telur melebar, pangkal daun menjantung, merompang atau membaji, tepi beringgitan, ujung menumpul hingga bertakik. Permukaan adaksial berwarna hijau dengan tepi ungu kemerahan, gundul, sedangkan permukaan abaksial lebih pucat. Pangkal tulang daun di permukaan adaksial berwarna ungu kemerahan, urat daun menonjol, pertulangan menyirip, tekstur daun menonjol di antara vena.
  • Bunga berbentuk bulir majemuk, perbungaannya terletak pada ujung batang (terminal). Daun gagang melanset-membulat telur, berwarna ungu kemerahan, pangkal berwarna putih. Daun kelopak bunga berlekatan, berbibir 2, berwarna ungu kemerahan. Daun mahkota berlekatan, berbibir 2, bibir atas pendek, bercuping 4, tepi ungu kemerahan, bibir bawah memerahu, berwarna ungu keputihan. Benang sari berjumlah 4, tangkai sari berlekatan di bagian pangkal dan berwarna putih. Kepala sari melonjong, berwarna kuning, putik 1, kepala putik bercuping 2 dan berwarna ungu.
  • Buah muda berwarna hijau dan berubah menjadi cokelat ketika matang, berbentuk kotak dan bulat, berisi 4 biji.
  • Biji kecil, pipih mengkilap, berwarna hitam.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek batang).

Kandungan Kimia

Flavonoid, kumarin, polifenol, minyak atsiri (beta-pinene, oct-1-en-3-ol, beta-caryophyllene, octan-3-ol, (E,E)-α-farnesene).

Khasiat

Mengobati kolik, kejang, demam, sakit kepala dan batuk terutama pada anak-anak, meningkatkan nafsu makan dan memperkuat perut, mengobati dismenorea (nyeri haid), hematuria (kencing berdarah), kemandulan, rematik, infeksi kaki, gigitan ular, pengobatan eksternal terhadap masalah penglihatan, mengobati onchocerciasis (penyakit yang menyerang kulit dan mata, yang disebabkan oleh cacing parasit Onchocerca volvulus). Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, dan antihipertensi.

Simplisia

  • Siapkan akar rimangi, cuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Simpan pada wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Kemangi-kemangian.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Gigitan ular dari Rimangi

1. Gigitan ular

  • Siapkan daun rimangi cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oles pada luka gigitan ular.
Ramuan tradisional Mengobati masalah penglihatan dari Rimangi

2. Mengobati masalah penglihatan

  • Ambil getah tanaman rimangi.
  • Tetes pada mata yang bermasalah.

Sumber Referensi

  1. Irsyam A.S.D., Mountara A. 2018. EPISTOLA BOTANIC: PLECTRANTHUS MONOSTACHYUS (P BEAUV.) BJ. POLLARD (LAMIACEAE) DI JAWA. Floribunda 6(1). DOI: 10.32556/floribunda.v6i1.2018.223.
  2. Folashade K.O., Omoregie E.H., 2013. Chemical constituents and biological activity of medicinal plants used for the management of sickle cell disease - A review. Journal of Medicinal Plants Research, 7(48), pp. 3452-3476. DOI: 10.5897/JMPR2013.5333x.
  3. Royal Botanic Gardens. 2021. Plant of the World Online: Coleus monostachyus (P.Beauv.) A.J.Paton. http://powo.science.kew.org/taxon/77201146-1. 07-10-2021.
  4. Useful Tropical Plants Database. 2021. Plectranthus monostachyus. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Plectranthus+monostachyus&redir=Solenostemon+monostachyus. 07-10-2021.
  5. Planter and Forester. 2019. Plectranthus monostachyus, Monkey's Potato, Tanaman Mirip Miana atau Coleus. https://www.planterandforester.com/2021/09/plectranthus-monostachyus-monkeys.html. 07-10-2021.
  6. Flora Fauna Web. 2019. Plectranthus monostachyus (P.Beauv.) B.J.Pollard. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/6/2/6202. 07-10-2021.