Rosela
Ringkasan
Rosela (Hibiscus sabdariffa) adalah perdu semusim atau tahunan setinggi 4-5 meter dari famili Malvaceae yang berasal dari Afrika, di sana kelopak bunganya diolah menjadi selai atau jeli. Di Indonesia, rosela populer diseduh menjadi teh asam yang menyegarkan, sementara batangnya menghasilkan serat untuk karung dan tali. Rosela dipercaya bersifat antihipertensi dan membantu menurunkan kolesterol.
Agroekologi
Tumbuh optimal di daerah dengan ketinggian 600 m dpl, suhu rata-rata 24-32 °C, pH optimum antara 5,5-7, tidak toleran pada kondisi tanah berkadar garam tinggi. Menyukai tanah dengan kondisi subur, gembur dengan sinar matahari penuh.
Morfologi
- Batang bulat berdiri tegak, berkayu dan berwarna merah, bercabang dan berserat.
- Daun tunggal berbentuk bulat oval atau berdaun bertoreh 3 dan berlekuk dalam. Memiliki tulang daun menjari, tepi daun bergerigi.
- Bunga putih-putih kekuningan, bagian tengah berbintik. Kelopak berdaging menutupi pangkal bunga.
- Buah berbentuk bulat telur atau bulat yang meruncing di bagian ujungnya menyerupai kapsul, berwarna hijau kemerah-merahan.
- Biji berbentuk seperti ginjal atau kacang, sudut meruncing, berbulu, cokelat.
Budidaya
- Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) atau vegetatif (stek batang).
- Biji direndam air selama 24 jam, pilih biji yang tenggelam untuk ditanam dalam lahan penyemaian. umur 2 minggu pindah tanam bibit ke polybag.
Kandungan Kimia
Flavonoid, fenolik, saponin, alkaloid, tanin, asam linoleat, 5- (Hidroksimetil) furfural, asam malat, a-tokoferol, antocyanin, asam askorbik.
Khasiat
Antibakteri dan antifungal, antiinflamasi, antidiabetes, antioksidan, antihipertensi, merawat luka, penyakit kulit dan gigitan serangga, menurunkan kolesterol, melancarkan peredaran darah.
Simplisia
- Petik kelopak rosela kemudian cuci bersih dengan air mengalir.
- Keringkan bahan dengan ditutupi oleh kain hitam. Jemur di bawah sinar matahari pada pukul 9.00-11.00 atau 14.00-16.00 selama 3-5 hari.
- Setelah kering simpan dalam wadah tertutup.
Nama Lokal
Dikenal dengan nama lokal, Kesew jawe (Sumatra Selatan), Perambos, Gamet walanda (Sunda), Kasturi roriha (Ternate), Merambos ijo (Jawa Tengah).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Mual
- Rebus 7 g kelopak buah segar dengan 1 gelas air selama 15 menit.
- Dinginkan lalu saring. Minum ramuan sekaligus.
2. Menurunkan kolesterol
- Siapkan 5-10 g kelopak bunga rosela kering.
- Seduh dengan 1 cangkir air panas.
- Minum sebagai teh.
Sumber Referensi
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Hibiscus sabdariffa http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Hibiscus+sabdariffa 27-01-2021
- Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. 2001. inventaris tanaman obat indonesia(I) jilid 2: Obat Mual. Depkes.
- W Hembing. 2008. Ramus Herbal Penurun Kolesterol.Niaga Swadaya, Jakarta. https://books.google.co.id/books/about/Ramuan_Herbal_Penurun_Kolesterol.html?hl=id&id=bvCnxEhNhswC&redir_esc=y 15-08-2020