Salvia Ungu

Salvia leucantha Cav.

Lamiaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Salvia ungu (Salvia leucantha) adalah herba setinggi hingga 120 cm dari famili Lamiaceae yang berasal dari Meksiko hingga Amerika Tengah. Bunganya yang berbulu lembut seperti beludru menjadikannya tanaman hias pekarangan favorit. Salvia ungu secara tradisional dipercaya mengobati batuk dan sakit perut, dengan minyak esensialnya terbukti memiliki aktivitas neuroprotektif dan antikanker.

Agroekologi

Salvia ungu dapat ditemukan tumbuh di tempat pada ketinggian antara 700 - 3.400 m dpl. Spesies ini tumbuh baik pada tanah yang subur, berpasir, lembap merata, dan berdrainase baik dengan derajat kemasaman (pH) tanah berkisar antara 5,8 - 6,2. Meskipun spesies ini dapat mentoleransi beberapa naungan sore yang terang, tetapi pertumbuhannya paling baik ketika berada di bawah sinar matahari penuh (6 jam per hari). Salvia ungu menghendaki penyiraman yang teratur dan tahan terhadap kekeringan. Namun, meskipun species ini mampu mentoleransi kekeringan, pertumbuhannya yang paling baik yaitu dengan kelembapan biasa. Species ini juga tidak terlalu tahan terhadap embun beku dan tumbuh paling baik pada suhu 16 - 19 °C.

Morfologi

  • Batang bersudut 4, putih mencolok dan berbulu, bercabang, tegak dan sering melengkung di ujungnya.
  • Daun berbentuk lanset-linier panjangnya 10-20 cm, ujung daun runcing, tepi daun menggergaji (serrate), permukaan daun seperti berkerut (rugose), tulang daun menyirip, berwarna hijau keabu-abuan, bertekstur seperti beludru, puber (berbulu pendek dan lembut) di atas, tomentose (berbulu seperti wol) di bawah.
  • Bunga memiliki mahkota ungu atau putih yang ditutupi oleh rambut tipis seperti beludru, bengkak di tenggorokan, tanpa cincin berbulu di dalam. Kelopak berbentuk corong, berwarna ungu. Bracts bunga bulat telur, runcing, lebih pendek dari kelopak. Tersusun melingkar di setiap simpul.
  • Buah kecil, berwarna cokelat kemerahan.

Budidaya

  • Perbanyakan dilakukan secara generatif menggunakan biji, dan secara vegetatif menggunakan stek batang dan pemisahan rumpun.
  • Perbanyakan generatif, lakukan penyemaian terlebih dahulu. Bibit akan muncul dalam 15-21 hari dengan suhu lingkungan sekitar 21-24 °C.
  • Perbanyakan vegetatif (stek batang), dengan memotong cabang vegetatif (tidak berbunga) yang panjangnya sekitar 8 cm. Kemudian buang daun bagian bawah dan potong setiap potongan tepat di bawah simpul. batang yang sudah dipotong dapat ditempatkan pada media air atau tanah. Setelah stek batang berakar (sekitar tiga minggu), stek dapat langsung ditanam di lapangan.

 

Kandungan Kimia

Sesquiterpene hydrocarbon (6.9-guaiadiene, (E)-caryophyllene, bornyl acetate, germacrene D, (E)-β-farnesene, dan bicyclogermacrene), flavonoid (quercetin-3-O-α-L-rhamnopyranosyl-(16)-β-D-glucopyranoside).

Khasiat

Meredakan batuk, sakit dada, paru-paru, sakit perut, menyembuhkan luka. Memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antimikroba, antibakteri, antispasmodik, neuroprotektif (melindungi atau mengurangi kerusakan saraf), antikanker, anti-Alzheimer.

Nama Lokal

Informasi tidak ditemukan. Butuh penelusuran lebih lanjut.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Luka dari Salvia Ungu

1. Luka

  • Cuci bersih daun segar salvia ungu cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oleskan pada luka.
Ramuan tradisional Batuk dari Salvia Ungu

2. Batuk

  • Ambil daun salvia ungu segar secukupnya cuci hingga bersih.
  • Rebusan daun hingga mendidih.
  • Biarkan hangat/dingin.
  • Saring lalu minum.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Salvia leucantha Cav. http://powo.science.kew.org/taxon/226705-2. 20-11-2021.
  2. Useful Temperate Plants Database. 2021. Salvia leucantha. http://temperate.theferns.info/plant/Salvia+leucantha. 20-11-2021.
  3. Villalta G. et. al. 2021. Selective BuChE Inhibitory Activity, Chemical Composition, and Enantiomeric Content of the Essential Oil from Salvia leucantha Cav. Collected in Ecuador. Plants 10, 1169. https://doi.org/10.3390/plants10061169.
  4. Rajamanickam M., Kalaivanan P., Sivagnanam P. 2013. Antibacterial and Wound Healing Activities of Quercetin-3-O-Α-L-Rhamnopyranosyl-(16)-β-D-Glucopyranoside Isolated from Salvia leucantha. Int. J. Pharm. Sci. Rev. Res., 22(1): 264-268.
  5. Gilman E. F., Marshall E. 1999. Salvia leucantha. Cooperative Extension Service. Insdtitute of Food and Agricultural Sciences. University of Florida.