Sambang Colok

Ouret sanguinolenta (L.) Kuntze

Amaranthaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Sambang colok (Ouret sanguinolenta) adalah herba tegak atau memanjat setinggi 0,5-2 meter dari famili Amaranthaceae yang menurut catatan sejarah berasal dari Pulau Jawa, kini tersebar dari China Selatan hingga Filipina. Warna daunnya yang merah keunguan menjadikannya tanaman hias yang menarik. Secara tradisional, sambang colok dipercaya meredakan nyeri haid dan keputihan.

Agroekologi

Habitat tanaman ini pada tanah subur pada daerah yang memiliki curah hujan cukup dengan sinar matahari penuh, dengan syarat hidup pada dataran rendah hingga 2.000 m dpl. Tumbuh liar di halaman, semak dan ladang.

Morfologi

  • Akar tunggang, merah keunguan.
  • Batang berbentuk bulat dengan pangkal berkayu, memiliki ruas, bercabang.
  • Daun tunggal, berhadapan, bentuk daun bulat telur sampai elips, ujung terbelah, tepi daun rata, bagian pangkal meruncing, sisi atas daun mengkilap, berbulu pendek, warna merah, pertulangan menyirip, pada sisi atas berkilat, berbulu pendek.
  • Bunga majemuk, putih, bentuk bulir, muncul di ketiak daun, berbulu halus dan putih. Buah pipih dan hitam.
  • Biji kecil dengan warna hitam mengkilat.

Budidaya

  • Perbanyakan tanaman ini menggunakan biji, stek akar dan stek batang.
  • Bibit langsung ditanam, jika tidak sempat ditanam langsung, maka bibit dapat diletakkan ditempat yang lembab agar tidak layu atau mati.
  • Berbunga dan berbuah sekitar bulan September-Mei

Kandungan Kimia

  • Tanin, saponin, flavonoid, terpenoid, minyak atsiri, sphingolipids, polifenol, betacyanins, alkaloid.

Khasiat

  • Mengobati nyeri haid, susah buang air kecil, kencing nanah, kurang darah, keputihan, cacingan, radang rahim, antihiperglikemik, hepatoprotektif, antioksidan, antimikroba, antiinflamasi, diuretik dan antileishmania.

Simplisia

  • Cuci daun sambang colok segar.
  • Kering anginkan daun sampai mendapat kadar air lebih kurang 10%.
  • Setelah kering haluskan bahan menggunakan blender.
  • Simpan pada wadah tertutup dan kedap udara.

Nama Lokal

Ki sambang (Sunda), Rebha et raedhan (Madura), Erpa.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Radang dinding rahim dari Sambang Colok

1. Radang dinding rahim

  • Cuci 20 g daun segar hingga bersih.
  • Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1⁄2 gelas kemudian saring.
  • Minum sekaligus.
Ramuan tradisional Nyeri haid dari Sambang Colok

2. Nyeri haid

  • Cuci ± 10 g daun segar hingga bersih.
  • Rebus dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring.
  • Minum sekaligus.