Sangitan
Ringkasan
Sangitan (Sambucus javanica) adalah perdu tegak setinggi 3-5 meter dari famili Viburnaceae yang tersebar luas dari India dan Indo-China hingga Jepang dan Filipina. Meski kerap dianggap gulma, di Tiongkok tanaman ini justru terkenal sebagai ramuan untuk mengatasi hepatitis, sementara bunga dan buahnya bisa disantap mentah maupun dimasak. Sangitan juga secara tradisional dipercaya mempercepat penyembuhan patah tulang dan meredakan rematik.
Agroekologi
Habitat alami terdapat di hutan primer dan sekunder yang lembab pada ketinggian 300-2.600 m dpl, di Asia Tenggara umumnya pada ketinggian di atas 1.000 m dpl. Sangitan dapat hidup pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah berkapur. Namun, lebih menyukai tanah yang lembab dengan cahaya matahari yang cerah dan toleran terhadap sedikit naungan
Morfologi
- Batang berbentuk bulat, bercabang banyak.
- Daun majemuk, anak daun berjumlah 5-11, bentuk lanset, tepi bergerigi, ujung runcing, permukaan atas hijau tua dan permukaan bawah hijau muda.
- Bunga majemuk dengan kelopak kuning, berbentuk payung, tumbuh dari ketiak daun.
- Buah berbentuk buni, bulat, berwarna hitam
Budidaya
- Perbanyakan dengan biji dan stek.
- Biji paling baik ditanam saat matang, semai biji, setelah berkecambah letakkan di pot masingmasing. Pindahkan ke tanah ketika telah cukup besar.
- Stek batang dengan memotong batang setengah tua 7-10 cm atau dari batang tua saat musim berbunga sepanjang 15-20 cm
Kandungan Kimia
Flavonoid, glikosida, glikosida antrakuinon, saponin, steroid/triterpenoid dan tanin
Khasiat
Mengobati luka, patah tulang, reumatik, sakit kuning, disentri, bronkitis, edema, kram, pegal linu, penurun panas, pencahar, beri-beri, diare, dan menghaluskan kulit
Simplisia
- Daun sangitan segar, dicuci bersih dengan air mengalir lalu tiriskan.
- Daun dikeringkan dengan bantuan sinar matahari. Apabila daun rapuh (diremas menjadi hancur) pertanda sudah kering.
- Simpan dalam wadah tertutup baik, terlindung dari cahaya matahari
Nama Lokal
Javanese elder, Chinese elder, Kerak nasi (Sunda), Abur (Aceh), Babalat (Bengkulu), Brobos kebo (Jawa Tengah), Sanitan (Maluku), Halemaniri (Tidore).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Pegal linu
- Cuci bersih 15 g daun sangitan segar.
- Rebus daun dengan 2 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring.
- Minum 2 kali sehari sama banyaknya pagi dan sore hari
Sumber Referensi
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Sambucus javanica. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Sambucus+javanica 20-01-2021
- Pegal Linu hutapea Johnny ria, dkk. 1994. Inventaris tanaman obat indonesia (III): Pegal linu. Badan penelitian dan pengembangan kesehatan DEPKES RI. Jakarta.