Sanrego
Ringkasan
Sanrego (Lunasia amara) adalah pohon tegak setinggi hingga 12 meter dari famili Rutaceae, tumbuhan asli Malesia dan Australia yang tergolong langka, tersebar dari Filipina hingga Papua Nugini. Masyarakat Sulawesi secara tradisional mengenalnya sebagai afrodisiak, sementara suku lain memakainya sebagai obat herbal luas. Sanrego dipercaya efektif mengatasi gigitan ular dan penyakit kulit.
Agroekologi
Tanaman ini dapat ditemukan di hutan hujan dengan drainase yang baik, lembab sampai semak agak kering dan tanah berbatu dengan ketinggian hingga 900 m dpl, suhu 23-28 °C, kelembapan relatif 85-99%.
Morfologi
- Batang tegak, jarang bercabang, berwarna cokelat, seluru bagian ditutupi trikoma sisik.
- Daun tunggal berhadapan, tunggal, bertumpuk di ujung cabang, berbentuk lanset terbalik sampai membulat atau sebaliknya bulat telur sampai lanset, tepi daun bergerigi dengan ujung meruncing.
- Bunga berwarna kuning muda. Sepal dan kelopak berbentuk bulat telur, keluar dari tunas ketiak.
- Biji berbentuk bulat telur, berwarna cokelat tua sampai cokelat kemerahan.
Budidaya
Perbanyakan dilakukan secara generatif (biji) maupun vegetatif (stek atau cangkok).
Kandungan Kimia
Lunacridine, lunidine, lunidodine, lunolone, kokusagine, skimmianine, hydroxylunacrine, hydroxylunine, lunasine, sesquiterpen, quinoline alkaloid, sesquiterpenes, furoquinolines.
Khasiat
Mengobati gigitan ular atau anjing rabies, sakit perut, penyakit kulit, obat tetes mata, malaria, diabetes, mengatasi masalah pencernaan, menambah vitalitas kaum pria (afrodisiak).
Simplisia
- Siapkan kuit batang sanrego segar, cuci bersih menggunakan air mengalir, tiriskan.
- Potong kecil-kecil kulit batang, susun di atas tampah dan tutupi dengan kain berwarna gelap. Jemur di bawah sinar matahari selama beberapa hari hingga benar-benar kering.
- Haluskan hingga menjadi bentuk serbuk.
- Simpan dalam wadah bersih dan tertutup.
Nama Lokal
Dikenal dengan nama lokal Kemaitan (Jawa), Pamaitan (Madura), Pingsang (Sulawesi) atau Makelun, Halaluna, Bungkus kusu (Maluku).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Gigitan ular atau anjing rabies
- Siapkan kulit batang sanrego secukupnya. Giling atau tumbuk halus beri sedikit minyak kelapa.
- Oleskan pada bagian yang sakit.
2. Bengkak pada anggota gerak
- Siapkan 2-5 lembar daun sanrego, 2-5 lembar daun kepayang/keluak (Pangium edule).
- Tumbuk semua bahan sampai menjadi bubur, panaskan dan tempelkan pada bagian yang sakit selagi hangat.
Sumber Referensi
- Cahyaningsih R., Suparta E. 2015. Lunasia amara Blanco, Koleksi Taman Tematik Obat yang Banyak Khasiatnya. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya-LIPI. http://www.krbogor.lipi.go.id/id/Lunasia-amara-Blanco--Koleksi-Taman-Tematik-Obat-yang-Banyak-Khasiatnya-.html 03-032020.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Lunasia amara. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Lunasia+amara 03-02-2021.
- ReseachGate. Chemical and phytomedicinal investigations in Lunasia amara. http://researchgate.net/Che micalandphytomedicinalinvestigationsinLunasiaamara 03-02-2021.
- Badan penelitian dan pengembangan kesehatan. 1999. Inventaris tanaman obat indonesia (V); Bengkak pada Anggota Gerak. DePartemen kesehatan dan kesejahteraan social RI.