Sawo Manila
Ringkasan
Sawo manila (Manilkara zapota) adalah pohon setinggi 5-20 meter dari famili Sapotaceae yang berasal dari Amerika tropis, mencakup Guatemala, Meksiko, dan Hindia Barat, sebelum menyebar hingga Filipina dan Asia Tenggara. Buahnya yang manis dan berdaging lembut kini dikoleksi plasma nutfahnya di berbagai negara mulai dari Filipina hingga Brasil. Secara tradisional, sawo manila dipercaya memperlancar pencernaan, meredakan sariawan, dan menyehatkan mata.
Agroekologi
Banyak ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 2.500 m dpl, beriklim basah sampai kering antara 1.250-2.500 mm/th. Mampu beradaptasi pada berbagai suhu antara 22-32°C, cukup mendapat sinar matahari, toleran terhadap naungan. Menyukai tanah lempung berpasir, berdrainase baik, dengan pH 6-7.
Morfologi
- Batang tekstur kasar, keabu-abuan hingga cokelat tua, mengandung getah lateks.
- Daun tunggal, berwarna hijau.
- Bunga muncul di ketiak daun, menggantung, berbulu cokelat di permukaan luar. Setiap tandan berjumlah enam.
- Buah bulat telur hingga jorong. Buah muda berkulit cokelat tua, bersisik, daging buah bergetah. Buah tua berwarna cokelat muda, permukaan halus, daging buah cokelat muda.
- Biji hitam kecokelatan, bentuknya lonjong pipih dan mengkilap.
Budidaya
- Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok batang atau ranting).
- Biji: biji dicuci bersih, jemur selama 12 jam lalu simpan selama 2 minggu sebelum disemai. Setelah kira-kira 2 minggu tunas akan tumbuh. Bibit umur 4-6 bulan, dapat dipindah tanam ke lapang.
- Cangkok: Pilih batang umur 4-6 bulan.
- Pemanenan buah umumnya setelah tanaman berumur 1-2 tahun.
Kandungan Kimia
Tanin, flavonoid, asam folat, kalium, fosfor, saponin, asam phenolat, asam hydroxybenzoic, flavanol.
Khasiat
Memperlancar percernaan dan mengobati sembelit,sariawan, peradangan, diare, menjaga sistem kekebalan, meningkatkan energi, menyuplai asupan cairan tubuh, antikanker, menyehatkan mata, memperkuat tulang, mengurangi resiko kerusakan pembuluh darah.
Simplisia
- Sortasi basah dan cuci bersih buah sawo manila dengan air mengalir. Potong tipistipis untuk memudahkan pengeringan.
- Keringkan di rak pengering. Setelah kering kemudian sortasi kering dari bahan lain yang tidak diinginkan.
- Haluskan bahan menggunakan blender hingga menjadi serbuk.
Nama Lokal
Sawo, Sauh manila, Ciku.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Diare
- Tampung getah buah muda. Ambil 15 tetes getah buah lalu seduh dengan ½ gelas air matang panas.
- Minum ramuan sekaligus.
2. Mengobati luka dari gigitan hewan berbisa atau sengatan
- Kumpulkan biji sawo manila secukupnya.
- Biji tersebut ditumbuk hingga lumat.
- Tempelkan pada bagian yang sakit.
Sumber Referensi
- Ma J, Luo XD, Protiva P, Yang H, Ma C, Basile MJ, Weinstein IB, Kennelly EJ. 2003. Bioactive Novel Polyphenols from the Fruit of Manilkara zapota (Sapodilla). J. Nat. Prod. 66(7): 983-986.
- Pientaweeratch S, Panapisal V, Tansirikongkol A. 2016. Antioxidant, anti-collagenase and anti-elastase activities of Phyllanthus emblica, Manilkara zapota and silymarin: an in vitro comparative study for anti-aging applications. J. Pharm. Biol. 54(9): 1865-1872.
- Pravin, KP, Shashikant DC. 2019. Manilkara zapota (L.) Royen fruit peel: a phytochemical and pharmacological review. Sys. Rev. Pharm. 10(1): 11-14.
- Badan penelitian dan pengembangan kesehatan. 2001. Inventaris tanaman obat indonesia (I) jilid 2; Diare. DEPKES.
- Sapodilla Facts; mengobati luka dari gigitan hewan berbisa atau sengatan serangga. https://www.healthbenefitstimes.com/sapodilla-facts/ 15-08-2020
- National Parks. Flora & Fauna Web. Manilkara zapota. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/0/3014 25-01-2021