Seledri

Apium graveolens L.

Apiaceae

Lokasi di kebun Rumah Kaca

Ringkasan

Seledri (Apium graveolens) adalah herba dua tahunan setinggi kurang dari 1 meter dari famili Apiaceae yang berasal dari sekitar Laut Mediterania, mulai dibudidayakan besar-besaran oleh Taiwan sebelum menyebar ke Eropa dan Amerika. Kandungan flavonoid apiin dan apigenin di dalamnya penting untuk melawan radikal bebas. Seledri secara tradisional dipercaya menurunkan tekanan darah tinggi dan kadar asam urat.

Agroekologi

Tumbuh baik di ketinggian 1.000-1.500 m dpl dan optimal di lingkungan dengan suhu udara berkisar 16-21 °C. Media tanam yang dihendaki yaitu tanah yang berdrainase baik, mampu menahan air, dan pH tanah berkisar 5,8-6,7.

Morfologi

  • Akar tunggang, tebal, sistem perakaran menyebar ke semua arah, warna putih kotor.
  • Batang tidak berkayu, beruas, bercabang, tegak hijau pucat.
  • Daun majemuk, tipis, tulang daun menyirip dengan anakan 3-7 helai, warna hijau muda sampai hijau tua.
  • Bunga tunggal, tangkai jelas, sisi kelopak tersembunyi, daun bunga putih kehijauan/ merah jambu pucat dengan ujung bengkok.
  • Buah sepanjang 3 mm, batang angular, berlekuk, sangat aromatik.

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji), perkecambahan berlangsung 7-12 hari, pindah tanamkan di kebun setelah umur 2 bulan.
  • Perbanyakan vegetatif: mengambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman induk seledri.

Kandungan Kimia

Flavonoid (apigenin), saponin, tanin, fenol, kumarin, steroid, alkaloid, kaempferol, apiin, falcarinol, panaxidol, 1-dodecanol, chlorogenic acid, apigenin, palmitic acid, stearic acid.

Khasiat

Mengobati hipertensi, penambah nafsu makan, menurunkan kadar asam urat dalam darah, mengatasi mata kering, peningkat kesuburan, antiseptik, antiinflamasi, pereda nyeri, peluruh kencing (diuretik), antirematik, penenang (sedatif), antitiroid, antikanker.

Simplisia

  • Pilih dan pisahkan seledri antara daun, batang, dan bunganya.
  • Cuci bersih menggunakan air bersih dan mengalir, lalu tiriskan.
  • Layukan seledri selama lebih kurang 24 jam.
  • Keringkan (oven) pada suhu 40 °C, sehingga diperoleh simplisia dengan kadar air 10%.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Saledri (Sunda).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Mata kering dari Seledri

1. Mata kering

  • Cuci bersih 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi.
  • Haluskan semua bahan dan seduh dengan 1 gelas air panas, saring.
  • Minum selagi hangat.
Ramuan tradisional Menurunkan tekanan darah dari Seledri

2. Menurunkan tekanan darah

  • Rebus 40 g daun segar dengan 2 gelas air selama 15 menit, dinginkan dan saring.
  • Minum 2 x sehari (pagi dan sore hari).

Sumber Referensi

  1. Widyaningrum Herlina, Tim Solusi Alternatif. 2019. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Media Pressindo, Jakarta.
  2. NCBI. http://ncbi.nlm.nih.gov/AnupdatephytopharmacologicalreviewonmedicinalplantofArabregion:ApiumgraveolensLinn., 20-01-2021.