Sembung
Ringkasan
Sembung (Blumea balsamifera) adalah perdu setinggi lebih dari 4 meter dari famili Asteraceae yang tersebar dari India hingga Indo-China, China Selatan, dan Filipina. Sebuah uji klinis terbuka menunjukkan ekstrak daun sembung memberikan perbaikan objektif pada 89,2% pasien batu ginjal setelah enam minggu pemakaian. Sembung juga secara tradisional dipercaya menurunkan berat badan, meredakan demam, dan mempercepat pembekuan darah.
Agroekologi
Tumbuh liar di ladang dan dianggap sebagai gulma pengganggu. Cukup baik tumbuh mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 2.200 m dpl dan di tempat sedikit terbuka atau cukup sinar matahari.
Morfologi
- Akar tunggang dan berwarna putih susu.
- Batang berwarna hijau tua, tegak, bulat.
- Daun tunggal berbentuk lonjong, pertulangan daun menyirip. Permukaan daun atas agak kasar, bagian bawah berbulu rapat dan halus.
- Bunga majemuk, bertangkai dengan mahkota bunga berwarna putih kekuningan.
- Buah berwarna putih kecokelatan, berbentuk silindris, keras, dan berbulu.
- Biji berbentuk pipih dan berwarna putih.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif (biji), vegetatif (stek). Jarak tanam 1,5 x 1,5 m.
Kandungan Kimia
Borneol, cineole, limonene, flavonoid, sterol, monoterpen, sesquiterpen, triterpen, alkaloid, L-campor, caryophylene, β-camphene, alpha humulene.
Khasiat
Menurunkan berat badan, demam, malaria, penyembuh luka, mempercepat pembekuan darah, antibakteri, diare, batuk pilek, rematik, haid tidak teratur, beri-beri, antitumor, antioksidan, hepatoprotektif, antimikroba, antiinflamasi, antiplasmodial, antityrosinase, antikanker, dan antiobesitas.
Simplisia
- Pilih daun segar, bersihkan dari kotoran yang menempel, cuci lalu tiriskan.
- Iris daun dan letakkan di atas wadah lalu jemur, dan tutup dengan kain tipis berwarna gelap.
- Setelah kering, masukan ke dalam plastik bersih yang tertutup rapat atau kedap udara.
Nama Lokal
Capo (Sumatera), Sembung utan (Sunda), Sembung letet (Jawa Tengah), Kamandhin (Madura), Mandikapu (Ternate), Sembung (Bali).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Demam (malaria)
- Siapkan 10 g daun sembung, 100 g daun pepaya yang sudah berwarna kuning, 100 g induk kunyit, 100 g kencur, 10 g temulawak, 50 g gula jawa, 10 g asam jawa, 600 ml air.
- Kupas induk kunyit, kencur dan temulawak. Rebus semua bahan dengan api kecil hingga air menyusut menjadi 400 ml.
- Minum selagi hangat pagi dan sore hari.
2. Demam
- Rebus 10 g daun segar sembung dengan 1 gelas air selama 15 menit, setelah dingin disaring.
- Minum 2 kali sehari.
Sumber Referensi
- Larasati EK, Achmad I, Ibrahim A. 2015. Efek antidiare ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera) terhadap mencit putih. J. Sains dan Kesehatan 1(2): 56-60.
- Rahardjo SS. 2016. Review tanaman sembung (Blumea balsamifera (L.). Prosiding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia ke-50, Samarinda.
- Pang Y, Wang D, Fan Z, Chen X, Yu F, Hu X, Wang K, Yuan L. 2014. Blumea balsamifera -a phytochemical and pharmacological review. Molecules 19(7): 9453-9477.
- Pang Y, D, Hu X, Wang H, Fu W, Fan Z, Chen X, Yu F. 2014. Effect of volatile oil from Blumea balsamifera (L.) DC. leaves on wound healing in mice. J. Trad. Chinese Med. 34(6): 716-724.