Sintrong
Ringkasan
Sintrong (Crassocephalum crepidioides) adalah herba tegak semusim setinggi 25-100 cm dari famili Asteraceae yang tersebar dari Afrika tropis hingga Asia, pertama kali tercatat di Indonesia dekat Medan pada 1926 sebelum menyebar ke seluruh Nusantara. Di Jawa Barat, tanaman ini menjadi lalapan favorit yang kaya senyawa flavonoid antioksidan. Sintrong juga secara tradisional dipercaya meredakan sakit kepala, demam, dan radang amandel.
Agroekologi
Tumbuh sebagai gulma yang umumnya ditemukan liar di tepi jalan, kebun-kebun pekarangan atau pada lahan-lahan terlantar pada ketinggian >200 hingga 2.500 m dpl.
Morfologi
- Akar lunak, pendek, dan tidak kuat.
- Batang lunak, berair, beralur dangkal, berbulu, bercabang banyak, batang tua berongga.
- Daun terletak tersebar dengan tangkai yang sering bertelinga. Helaian daun jorong memanjang atau bulat telur terbalik. Daun paling atas lebih kecil dan sering duduk. Pangkal menyempit berangsur sepanjang tangkai daun, ujung runcing, tepi berlekuk serta bergigi sampai bergerigi kasar.
- Bunga majemuk berupa bongkol-bongkol yang tersusun dalam malai rata terminal. Bongkol berwarna hijau, ujung jingga cokelat hingga merah bata, silindris.
- Buah keras (achene), ramping memanjang dengan banyak rambut sikat (pappus) berwarna putih.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (umbi, tunas anakan dan stek cabang sekunder).
Kandungan Kimia
Saponin, flavonoid, polifenol, minyak esensial (mycrene, β-phellandrene, cryptone, α-pinene, α-humulene, β-farnesene, β-guainene, α-bulnesene).
Khasiat
Mengatasi gangguan perut, mengobati sakit kepala, demam, bisul, luka, eksem, mengatasi radang amandel, aktivitas sebagai antiradang, antibakteri, antimalaria, pencahar, emetik (perangsang muntah).
Simplisia
- Siapkan daun segar lalu sortasi daun. Cuci daun dengan air mengalir.
- Potong daun menjadi 2 bagian lalu keringkan menggunakan oven pada suhu 50 °C selama 24 jam hingga mengering.
- Haluskan daun kering menggunakan blender kemudian ayak menggunakan ayakan 60 mesh sehingga didapatkan serbuk homogen.
- Simpan dalam wadah yang kedap udara.
Nama Lokal
Jombloh, Godong bendhot, Othok owok, Truk bintu (Jawa), Kejompot, Kepotpot, Kejelengot (Bali).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Bisul
- Bersihkan 1-2 lembar daun sintrong, panaskan diatas api.
- Tempelkan pada bagian yang sakit saat masih hangat.
Sumber Referensi
- Barreira TF, Filho DPGX, Pinheiro SS, Cardoso LM, Santos RHS, Pinheiro-Sant’ana HM. 2019. Chemical characterization and bioactive compounds of an unconventional vegetable - Erechtites valerianifolia (Wolf) DC. Food Sci. Technol 39(30): 546-551.
- Fatmawati PP, Batoro J. 2019. Ethnobotany of jonggol plants (Erechtites valerianifolia Wolf.) on communities in traditional markets in Malang City and detection of its chemical compounds. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 391 012044
- Puspaningtyas AR, Riyanto R, Solikhah EN, Astuti P. 2018. Bioactivity screening of Erechtites valerianifolia (Link Ex Wolf.) Less. extracts as antiplasmodium, antibacterial, antifungal and cytotoxic agents. Dhaka Univ. J. Pharm. Sci. 17(1): 1-8.
- Asosiasi herbalisnusantara (pusat pelatihan dan pengobatan herbal indonesia). Obat bisul Referensi download 699 ebook tanaman obat indonesia, herbalisnusantara.com 28-05-2020
- Sage Journals. Chemical Compositions of Crassocephalum crepidioides Essential Oils and Larvicidal Activities Against Aedes aegypti, Aedes albopictus, and Culex quinquefasciatus. https://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1934578X19850033 18-01-2021.
- Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Crassocephalum crepidioides . http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Crassocephalum+crepidioides 30-01-2021