Tabebuia Bunga Kuning

Tabebuia aurea (Silva Manso) Benth. & Hook.f. ex S.Moore

Bignoniaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Tabebuia aurea atau tabebuia bunga kuning berasal dari kawasan Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Peru, dan kini populer ditanam di tepi jalan maupun taman berkat bunganya yang mekar spektakuler justru ketika pohon kehilangan daunnya. Selain keindahannya, pohon ini juga mampu menyerap senyawa karbon berbahaya sehingga membantu membersihkan udara dari polusi, di samping khasiatnya yang dilaporkan bersifat antiinflamasi, antikanker, dan mampu mengobati gigitan ular.

Agroekologi

Tumbuh dengan baik di wilayah tropis dan subtropis, di bawah sinar matahari penuh. Habitat asli tabebuia di Brasil berada di daerah dengan iklim kering, sehingga tanaman ini memiliki ketahanan hidup yang tinggi dalam cuaca kering.

Morfologi

  • Akar tunggang dengan akar serabut di bawah tanah.
  • Batang berkayu.
  • Daun majemuk palmately, dengan lima atau tujuh selebaran, masing-masing selebaran 6–18 cm, berwarna hijau dengan sisik keperakan di atas dan di bawah.
  • Bunga berwarna kuning cerah, berbentuk terompet, berdiameter hingga 6,5 ​​cm, menghasilkan beberapa bunga bersama dalam malai longgar.
  • Buah berbentuk kapsul ramping sepanjang 10 cm.

Budidaya

Perbanyakan dapat dilakukan secara generatif menggunakan biji dan secara vegetatif dengan cara stek batang dan mencangkok. Pilihlah biji yang telah tua dan biasanya jatuh dari pohon dengan sendirinya. Buka kulit biji dan keringkan di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Setelah itu, biji dapat disimpan selama 1 bulan. Biji yang telah disimpan dapat di semai dalam media semai yang berisi tanah bercampur kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Rawat bibit tabebuia hingga tumbuh setinggi 1 meter atau lebih. Selanjutnya bibit dapat dipindahtanamkan ke lahan yang lebih luas.

Kandungan Kimia

Sterol, alkoloid, flavonoid, 3,4́,5-Trihydroxy-7-methoxyflavone, 3,4-dimethoxybenzoic acid (veratric acid), Methyl cinnamate, β-Sitosterol, Betulinic acid, 6- O -(p-coumaroyl)-catalpol (specioside).

Khasiat

Antiinflamasi, antikanker, menyembuhkan influenza, mengobati gigitan ular, anti-edematogenic action, antioksidan, dan nefroprotektif.

Nama Lokal

Lonceng emas, Pohon trompet karibia.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Mengobati luka gigitan ular dari Tabebuia Bunga Kuning

1. Mengobati luka gigitan ular

  • Ambil daun tabebuia bunga kuning secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Tapal pasta daun pada luka.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanic Gardens, Kew. Plants of the World Online: Tabebuia aurea (Silva Manso) Benth. & Hook.f. ex S.Moore. https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:110852-1. 20-08-2022.
  2. Flora Fauna Web. 2022. Tabebuia aurea (Silva Manso) Benth. & Hook.f. ex S.Moore. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/1/3167. 20-08-2022.
  3. Seham S.El-Hawary. dkk. 2021. Genus Tabebuia: A comprehensive review journey from past achievements to future perspectives.Arabian Journal of Chemistry. Volume 14, Issue 4, April 2021, 103046.