Tebu Hitam
Ringkasan
Tebu hitam (Saccharum officinarum) adalah herba setinggi 2-4 meter dari famili Poaceae yang menyebar dari Kepulauan Solomon sekitar 8.000 tahun sebelum masehi, mencapai India dan China sebagai pemanis sejak 475 SM. Batangnya menjadi sumber gula sekaligus serat untuk kertas. Tebu hitam secara tradisional dipercaya melawan infeksi dan meredakan hipertensi.
Agroekologi
Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Menyukai kondisi tanah yang tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Tebu sensitif terhadap aerasi yang buruk.
Morfologi
- Akar serabut, warna cokelat kehitaman.
- Batang lurus, beruas-ruas yang dibatasi dengan buku-buku, warna ungu gelap atau dongker dan merah tua. Warna air perasan tebu ini cokelat dan gelap. Diameter paling kecil diantara jenis tebu lainnya.
- Daun berbentuk memanjang seperti pita, tulang daun sejajar, berseling kanan dan kiri, berpelepah, memiliki bulu-bulu, warna hijau keunguan.
- Bunga berupa malai panjang 50-80 cm. Cabang bunga pada tahap pertama berupa karangan bunga dan tahap selanjutnya berupa tandan dengan dua bulir panjang 3-4 mm.
- Buah seperti padi, memiliki satu biji, besar lembaga รขโฆโ panjang biji.
Budidaya
Bibit diambil dari batang tebu dengan 2-3 mata tunas yang belum tumbuh (disebut bibit stek batang/bagal). Cara lain dengan memakai pucuk batang tebu dengan dua atau lebih mata (disebut bibit stek pucuk/stopstek).
Kandungan Kimia
Alkaloid, flavonoid (naringenin, tricin, apigenin, luteolin), ferulic acid, cumaric acid, quercetrin, caffeic acid, ellagic acid, polifenol, tanin.
Khasiat
Melawan infeksi, mengobati hipertensi, penyakit kuning, pendarahan, batuk rejan, gigitan ular dan panah beracun, meredakan jantung berdebar.
Nama Lokal
Tiwu (Jawa Barat), Rosan, Tebu ireng, Tebu manggis (Jawa Tengah dan Jawa Timur).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Meredakan jantung berdebar
- Cuci bersih 3 genggam akar tebu hitam.
- Rebus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tersisa 1 gelas.
- Minum 2 kali sehari.
2. Batuk
- Bakar 100 g batang segar tebu hitam, selama 10 menit, dinginkan.
- Kupas dan potong kecil-kecil lalu kunyah. Hisap sarinya dan buang ampasnya.
Sumber Referensi
- Abbas SR, Sabir SM, Ahmad SD, Boligon AA, Athayde ML. 2014. Phenolic profile, antioxidant potential and DNA damage protecting activity of sugarcane (Saccharum officinarum). Food Chemistry 147: 10โ16.
- Bursatriannyo. 2016. Tanaman Tebu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/tanaman-tebu/16-12-2019
- Indrawanto, Chandra, Purwono, Siswanto, Syakir M, Rumini WMS. 2010. Budidaya dan Pasca Panen TEBU, ESKA MEDIA, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan.
- Singh A, Lal UR, Mukhtar HM, Singh PS, Shah G, Dhawan RK. 2015, Phytochemical profile of sugarcane and its potential health aspects, Pharmacogn Rev. 2015 Jan-Jun. 9 (17): 45-54.
- Tanampedia.com. 2017. Sejarah Singkat Budidaya Tebu di Indonesia. https://tanampedia.com/149/sejarah-singkat-budidaya-tebu-di-indonesia/ 16-12-2019.
- Uchenna EF, Adaeze OA, Steve AC. 2015. Phytochemical and antimicrobial properties of the aqueous ethanolic extract of Saccharum officinarum (Sugarcane) bark. Journal of Agricultural Science 7(10): 291-297.
- Williams IO, Onyenweaku EO, Atangwho IJ. 2016. Nutritional and antimicrobial evaluationof Saccharum officinarum Consumed in Calabar, Nigeria. African Journal of Biotechnology 15(33): 1789-1795.