Tempuyung

Sonchus arvensis L.

Asteraceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Tempuyung (Sonchus arvensis) adalah herba tegak setinggi 30-150 cm dari famili Asteraceae yang berasal dari Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah. Masyarakat Eropa dahulu percaya tanaman ini meningkatkan produksi susu sapi sehingga banyak ditanam di padang penggembalaan. Tempuyung kini populer di Indonesia sebagai obat tradisional untuk meluruhkan batu ginjal dan batu empedu.

Agroekologi

Tanaman ini tumbuh liar di tempat terbuka yang terkena sinar matahari atau sedikit terlindung, seperti tebing, tepi saluran air atau tanah terlantar. Tumbuh subur di daerah yang banyak hujan di ketinggian 50-1.650 m dpl.

Morfologi

  • Akar tunggang kokoh.
  • Batang berongga, bergetah putih.
  • Daun tunggal, berbentuk lanset atau lonjong dengan tepi bergerigi, sering basah dan berambut halus.
  • Bunga bentuk bonggol, mahkota bunga berbentuk jarum dan berwarna kuning cerah lalu merah kecokelatan.
  • Buah bentuk kotak memanjang, berusuk lima, pipih, berambut dan berwarna cokelat kekuningan.

Budidaya

Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Benih disemai terlebih dahulu, setelah umur 1 minggu setelah semai, kecambah tempuyung dapat dipindahkan pada media pembibitan di polybag.

Kandungan Kimia

Alfa-laktuserol, β-laktoserol, manitol, inositol, silika, kalium, flavonoid, tarak-sasterol, volatil (decanal, eicosane, phytol, dokozan), aliphatic hydrocarbon, benzoic acid.

Khasiat

Mengobati asam urat, batu ginjal, kencing batu, batu empedu, batuk, asma, bronkitis, obat bengkak dan penenang.

Simplisia

  • Pilih tempuyung yang berumur 2 bulan.
  • Cuci daun sampai bersih kemudian tiriskan.
  • Rajang daun kecil-kecil.
  • Jemur pada matahari langsung ± 6 hari.
  • Setelah kering disimpan dalam wadah kedap udara.

Nama Lokal

Lempung jombang, Lobak air, Lampenas, Galibug dan Rayana (Sunda).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Radang payudara dari Tempuyung

1. Radang payudara

  • Rebus daun segar tempuyung 15 g dengan 3 gelas air hingga mendidih dan air tersisa 1 gelas
  • Setelah dingin, saring lalu minum sekaligus.
  • Minum 2–3 kali sehari.
Ramuan tradisional Kencing batu dari Tempuyung

2. Kencing batu

  • Rebus daun tempuyung kering 0,25 g  dengan250 ml air bersih hingga tersisa 150 ml.
  • Dinginkan, saring dan bagi untuk tiga kali minum, serta dihabiskan dalam sehari.
  • Pengobatan dilakukan setiap hari hingga sembuh.