Thunbergia

Thunbergia grandiflora Roxb.

Acanthaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Thunbergia (Thunbergia grandiflora) adalah tumbuhan merambat sepanjang 10-20 meter dari famili Acanthaceae yang berasal dari India dan China, kini dianggap gulma berbahaya di Australia meski populer sebagai tanaman pagar hias. Di Tanzania dan Uganda, tanaman ini dipakai sebagai pupuk hijau dan kayu bakar. Thunbergia secara tradisional dipakai mengobati gigitan ular, disentri, dan diabetes di Asia serta Afrika.

Agroekologi

Thunbergia grandiflora biasanya dapat ditemukan tumbuh di tepi hutan, tepi jalan, tepian aliran sungai, hutan terbuka, perkebunan di daerah tropis dan subtropis, pada ketinggian 200-1.300 m dpl. Pertumbuhannya menghendaki posisi di bawah sinar matahari penuh dan tidak toleran terhadap kondisi teduh dengan curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara 500-3.500 mm. Tanaman ini menyukai tanah yang subur, lembap, tetapi berdrainase baik.

Morfologi

  • Akar memiliki akar berbonggol dengan akar tunggang yang dalam, akar terus-menerus bertunas.
  • Batang silindris, bersudut 4, lurik, puber, penampang batang dengan empulur berongga. Batang muda berwarna hijau sedangkan batang yang lebih tua cukup tebal, warnanya berubah menjadi cokelat dan menjadi agak bulat bentuknya.
  • Daun berhadapan, bentuk helaian daun bervariasi, berbentuk bulat telur sampai segitiga-bulat telur, ujung daun runcing hingga meruncing, pangkal daun berbentuk jantung (cordiform), tepi daun bergigi tajam. Permukaan atas berwarna hijau tua, mengkilap, puber, venasi sedikit menonjol. Permukaan bawah berwarna hijau muda, kusam, gundul atau puber, dengan venasi menonjol.
  • Bunga besar, berbentuk terompet, soliter, berpasangan di ketiak daun atau tersusun dalam racemes terminal dan terkulai (tergantung) dengan 2–4 bunga per ruas (node). Kelopak berwarna hijau, berbentuk cincin, mahkota berwarna ungu-biru atau putih, dengan 5 lobus, panjang tabung 6-7 cm, berwarna kuning muda di bagian dalam, menyempit di pangkal.
  • Buah berbentuk kapsul, puber, subglobose di pangkal, bagian atas berbentuk paruh, pecah pecah menjadi dua bagian.
  • Biji kecil, berbentuk bulat telur, pipih, ditutupi dengan sisik berwarna cokelat.

Budidaya

Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek batang, stolon).

Kandungan Kimia

Alkaloid, fenol, iridoid glycosides, isounedoside, grandifloric acid, minyak atsiri (α-3- octanol, 3,7 dimethyl 1,6-octadien-3-ol, 2-methoxy-3-(2-propenyl) phenol, metil salisilat, ipropyl hexadecanoate).

Khasiat

Mengobati gigitan ular, bengkak karena terjatuh atau patah tulang, disentri, katarak, diabetes, asam urat, malaria, marasmus (kekurangan asupan energi dan protein), oftalmia (peradangan pada mata), preeklamsia postpartum, rematik, kaki gajah, penyakit jantung, keluhan perut, menorrhagia (haid yang berlebihan), infeksi telinga, mengobati penyalahgunaan narkoba dan alkohol, memiliki aktivitas sebagai antipiretik, anthelmintik , antioksidan, dan antiinflamasi.

Simplisia

  • Siapkan daun thunbergia segar secukupnya, cuci bersih dengan air mengalir.
  • Keringkan di bawah sinar matahari atau dengan oven suhu 40 °C hingga kadar air 10%.
  • Haluskan menggunakan blender hingga menjadi bubuk.
  • Simpan dalam wadah bersih dan kedap udara.

Nama Lokal

Bunga madia (Jakarta)

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Obat gigitan ular dari Thunbergia

1. Obat gigitan ular

  • Siapkan daun thunbergia secukupnya cuci hingga bersih.
  • Haluskan hingga menjadi pasta.
  • Oles pada luka gigitan ular.

Sumber Referensi

  1. Royal Botanical Garden. 2017. Plant of the World Online: Thunbergia grandiflora Roxb. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:117460-3. 19-09-2021.
  2. CAB International. 2021. Invasive Species Compendium: Thunbergia grandiflora (Bengal trumpet). https://www.cabi.org/isc/datasheet/117524. 19-09-2021.
  3. Useful Tropical Plants Database. 2021. Thunbergia grandiflora. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Thunbergia+grandiflora. 19-09-2021.
  4. Setyawati T., Narulita S., Bahri I.P., and Rahardjo G.T., 2015. A Guide Book to Invasive Alien Plant Species in Indonesia. Research, Development and Innovation Agency. Ministry of Environment and Forestry.
  5. Flora Fauna Web. 2021. Thunbergia grandiflora. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/1/5/1520. 19-09-2021.
  6. Herbpathy. 2021. Thunbergia gradiflora Herb Uses, Benefits, Cures, Side Effects Nutrients. https://herbpathy.com/Uses-and-Benefits-of-Thunbergia-Grandiflora-Cid6173. 19-09-2021.
  7. Mbachu K.A., Moronkola D.O. 2017. Compositions of Thunbergia grandiflora Leaf and Root Essential Oils. Journal of Advances in Medical and Pharmaceutical Sciences 15(1): 1-8. DOI: 10.9734/JAMPS/2017/35836.