Tikusan
Ringkasan
Tikusan (Clausena excavata) adalah perdu atau pohon kecil setinggi hingga 15 meter dari famili Rutaceae yang tersebar dari India hingga Papua Nugini. Masyarakat Jawa memakai daunnya untuk cacingan, sementara di Sumatra Barat dipakai mengatasi diare; daunnya bahkan disantap masyarakat Tamil sebagai sayuran beraroma kari. Tikusan terbukti kaya bahan aktif antibakteri dalam penelitian ilmiah.
Agroekologi
Tikusan banyak dijumpai di hutan sekunder, semak-semak dan hutan sekitar desa, pada ketinggian tempat sampai 1.300 m dpl. Pertumbuhannya menyukai area dengan posisi sinar matahari penuh (6-8 jam per hari), namun toleran terhadap naungan parsial, dengan kebutuhan akan air pada tingkat sedang.
Morfologi
- Akar tunggang, berwarna putih kotor.
- Batang bulat, bercabang, ditumbuhi bulu halus, berkayu, dan berwarna hijau kotor.
- Daun majemuk dengan 7-20 pasang helai daun, letak daun berselang-seling atau tersebar, bertangkai pendek, helaian daun tipis dan kasar, berbentuk bulat telur-lanset dengan pangkal daun membulat dan tidak simetris, ujung daun meruncing, tepi daun bergelombang atau sedikit berlekuk, berwarna hijau, permukaan atas licin, permukaan bawah berbulu jarang. Helai daun bertulang daun menyirip. Jika diremas mengeluarkan aroma.
- Bunga berkelamin ganda, berukuran kecil, puber, memiliki kelopak yang biasanya berlobus 4. Mahkota berlobus 4-5, berbentuk bulat telur, berwarna putih atau putih-kuning pucat. Benang sari berjumlah 8 dan bertangkai putih, kepala sari kuning keputih-putihan, putik bertangkai hijau kekuningan, kepala putik kuning keunguan. Terdapat pada malai berbentuk piramida, bercabang banyak, muncul di ujung batang.
- Buah buni, berdaging, tekstur halus, berbentuk bulat telur, transparan. Buah masak berwarna hijau-merah muda, buah terdapat pada tunas gantung. Jika dihancurkan mengeluarkan bau asam.
- Biji berjumlah 1-2 per buah, berbentuk bulat telur, berwarna hijau bergaris putih.
Budidaya
Perbanyakan dilakukan secara generatif menggunakan biji.
Kandungan Kimia
Fenolik, quercetin, myricetin, kaempferol, alkaloid karbazol (clausine-B, -H, -M, -N, -O, -P, -Q, -R, -S, -U, -V, -Z, clausenatine-A, clausenamine D, E, F, G, clauszoline-A, -B, -C, -D, -E, -F, -G, -H, -I, -J, -K, -L, -M, 3-carbomethoxy-2-hydroxy-7-methoxycarbazole, clausenol, clausenine), biscarbazole alkaloid (clausemine-A ), turunan karbazol (3-formilkarbazol, mukonal, 3-metoksikarbonilkarbazol, murrayanin, 2-hidroksi-3-formyl-7-methoxycarbazole), kumarin (excavacoumarin A ,B, C, D, E, F, dan G, clausenaexcavin, clauslactones A, B, C, D, E, F, G, H, I, dan J), limonoid (clausenolide-1-ethylether, clausenarin, clausenolide-1-metylether), minyak atsiri (beta-caryophyllene, germacrene B, dan beta-phellandrene).
Khasiat
Mengobati diare dan disentri, luka, darah tinggi, sakit gigi, sakit kepala, demam, frambusia, bisul hidung, kolik, obat cacing, melancarkan buang air kecil, obat batuk, gigitan ular, detoksifikasi, melancarkan menstruasi. Memiliki aktivitas sebagai antikanker, imunomodulator, anti-HIV-1, antioksidan, antibakteri, insektisida, antijamur, antinociceptive, dan antimalaria.
Nama Lokal
Temung (Aceh), Sicerek (Minangkabau), Ki Bajetah (Sunda), Bagal tikus (Jawa), Salam koja (Jakarta), Terambisa, Mara tunggal.
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Obat cacing
- Siapkan 9 lembar daun segar tikusan.
- Lalu cuci hingga bersih.dan potong kecil-keci daun.
- Rebus air hingga mendidih lalu matikan api.
- Masukkan daun dan tunggu hingga hangat.
- Setelah hangat lalu minum.
2. Diare dan disentri
- Ambil 9 lembar daun segar tikusan.
- Lalu cuci hingga bersih.dan potong kecil-keci daun.
- Seduh daun dengan 1 cangkir air mendidih tunggu beberapa menit.
- Minum selagi hangat.
Sumber Referensi
- Royal Botanic Gardens. 2021. Plants of the World Online: Clausena excavata Burm.f. http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:772128-1. 20-09-2021.
- Albaayit SFA et al. 2021. Anti-Enterococcus Faecalis, Cytotoxicity, Phytotoxicity, and Anticancer Studies on Clausena excavata Burm. f. (Rutaceae) Leaves. Hindawi: BioMed Research International Vol. 2021. https://doi.org/10.1155/2021/3123476.
- Flora Fauna Web. 2019. Clausena excavata Burm.f. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/3/6/3675. 20-09-2021.
- Dodo dkk. 2016. Koleksi Kebun Raya Banua: Tumbuhan Berpotensi Obat. Jakarta: LIPI Press.
- Arbab IA et al. 2011. Review: Clausena excavata Burm. f. (Rutaceae): A review of its traditional uses, pharmacological and phytochemical properties. Journal of Medicinal Plants Research Vol. 5(33). DOI: 10.5897/JMPR11.013.
- Stuartxchange. 2020. Philippine Medicinal Plants: Buriñgit. http://www.stuartxchange.org/Buringit.html. 20-09-2021.
- Useful Tropical Plants Database. 2021. Clausena excavata. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Clausena+excavata. 3-11-2021.