Walangi

Eryngium foetidum L.

Apiaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Walangi (Eryngium foetidum) adalah herba dua tahunan setinggi hingga 80 cm dari famili Apiaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah yang kini tersebar luas hingga Asia. Daunnya yang beraroma tajam menjadi bumbu khas berbagai masakan seperti sup, saus, dan hidangan laut, sekaligus berpotensi sebagai biopestisida alami. Secara tradisional, walangi juga dipercaya meredakan demam, radang amandel, dan hipertensi.

Agroekologi

Walangi dapat ditemukan di perkebunan, padang rumput, tepi jalan dan di hutan pada ketinggian 700-1.200 m dpl. Tumbuh dengan baik pada kondisi tanah berdrainase baik, subur dengan cahaya matahari penuh.

Morfologi

  • Batang tegak, percabangan dikotomis, pipih, bergaris, berwarna hijau pucat hingga hijau tua.
  • Daun berbentuk lanset-bulat telur, sungsang hingga memanjang. Berukuran 5-32 x 1-4 cm, tepi daun bergerigi dan berduri.
  • Bunga berbentuk bongkol yang memiliki bulir membentuk karangan bunga. Perbungaan terminal, mahkota bunga berwarna putih kehijauan.
  • Buah elipsoid.
  • Biji berbentuk ovoid-obovoid. 

Budidaya

  • Perbanyakan secara generatif (biji) dan vegetatif (stek batang).
  • Sebelum ditanam di area lahan, sebaiknya benih disemai terlebih dahulu.
  • Waktu panen yaitu umur 10 minggu setelah tanam.
     

Kandungan Kimia

Glikosida, flavonoid, terpenoid, steroid, tanin, fenolik, karotenoid, minyak atsiri (dodecenal, 13-tetradecenal), sesquiterpene.

Khasiat

Mengobati infeksi akut, epilepsi, demam, infeksi tenggorokan, pneumonia, radang amandel, asma, diare, hipertensi, cacar air, rematik, antimalaria, pendarahan, campak.

Simplisia

Informasi belum tersedia.

Nama Lokal

Walangan (Jakarta), Ketumbar jawa (Sumatra), Tumbarmungsi (Jawa).
 

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Reumatik dari Walangi

1. Reumatik

  • Siapkan 3-4 lembar daun walangi yang sudah tua.
  • Haluskan dengan kedua tangan.
  • Oleskan atau balurkan pada bagian yang sakit 1 kali sehari rutin hingga sembuh.
Ramuan tradisional Cacar air dan campak dari Walangi

2. Cacar air dan campak

  • Ambil seluruh bagian tanaman walangi secukupnya.
  • Cuci hingga bersih.
  • Rebus dengan air yang cukup banyak untuk mandi.
  • Dinginkan hingga hangat-hangat kuku lalu gunakan untuk mandi.

Sumber Referensi

  1. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Eryngium foetidu. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Eryngium+foetidu 26-01-2021
  2. Kateno. 2020. Rheumatik dan Sakit Jantung. Kebun Seunagan. Aceh.
  3. Healthbenefitstimes. Health benefits of Culantro https://www.healthbenefitstimes.com/culantro/ 31-08-2020