Wali Songo

Heptapleurum arboricola Hayata

Araliaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Wali songo (Heptapleurum arboricola) adalah perdu setinggi 3-10 meter, kadang tumbuh sebagai epifit, dari famili Araliaceae yang berasal dari Asia Timur seperti Hainan dan Taiwan, serta Australia. Tanaman ini populer dibentuk bonsai atau pagar hidup dan dipercaya efektif menetralisir bau asap rokok di ruangan. Secara tradisional, wali songo juga dipakai meredakan rematik, sakit tenggorokan, dan membantu pembekuan darah.

Agroekologi

Umumnya ditemukan di sepanjang aliran sungai, hutan basah, terkadang epifit pada pohon lain. Pertumbuhannya memerlukan sinar matahari, baik di bawah matahari langsung maupun di bawah naungan. Menyukai tanah yang lembap, tidak basah dan tidak kering. Suhu udaranya berkisar antara 30-35 °C.

Morfologi

  • Batang tidak besar dan tanpa banyak percabangan, kulit kasar, mudah patah.
  • Daun majemuk, tebal, mengkilap, menjari seperti daun singkong, anak daun berjumlah 7-9 dan berbentuk bulat telur sungsang hingga lonjong, warna hijau.
  • Bunga majemuk, tersusun dalam malai, bulat, berwarna hitam.
  • Buah berbiji, lonjong hampir bulat dengan diameter 5 mm, berdaging.
  • Biji ukuran kecil, berwarna hitam.

Budidaya

  • Perbanyakan secara vegetatif (stek, cangkok). Stek pucuk dilakukan dengan memotong batang sepanjang 15-30 cm, berasal dari batang sehat dan tidak terlalu tua.
  • Perbanyakan generatif (biji) dengan menyemai biji yang sudah kering terlebih dahulu. 

Kandungan Kimia

Saponin, polifenol, limonene, sesquiterpenes hydrocarbon, β-caryophyllene, caryophyllene oxide, spathulenol, β-cubebene, humulene epoxide II, fumaric acid, gamma hydroxybutyric acid.

Khasiat

Mengatasi rematik, sakit tenggorokan, gatal pada kulit dan borok, mengatasi mimisan, melancarkan aliran darah, meredakan nyeri pada tulang, mencegah bengkak, membantu pembekuan darah, mengobati batuk dan pilek. Memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.

Simplisia

  • Ambil akar, batang, daun, bunga dan buah segar lalu cuci bersih dengan air mengalir.
  • Pisahkan masing-masing bagian lalu jemur di bawah sinar matahari atau menggunakan oven dengan suhu  40 °C hingga kadar air kurang dari 10 %.
  • Kemas dalam wadah kedap udara dalam keadaan utuh.
     

Nama Lokal

Pohon payung.

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Menghentikan pendarahan pada luka dari Wali Songo

1. Menghentikan pendarahan pada luka

  • Ambil daun wali songo secukupnya lalu tumbuk halus hingga menjadi pasta.
  • Letakkan pasta pada bagian luka yang  berdarah.
Ramuan tradisional Mengobati batuk dan pilek dari Wali Songo

2. Mengobati batuk dan pilek

  • Ambil batang dan kulit batang wali songo secukupnya lalu rebus dengan air hingga mendidih.
  • Minum air rebusan selagi hangat. 

Sumber Referensi

  1. Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. Schefflera arboricola. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Schefflera+arboricola. 25-01-2021.
  2. Lilianausvat.wordpress. Umbrella Tree or Schefflera and Chinese Medicine. https://lilianausvat.wordpress.com/2014/01/07/umbrella-tree-or-schefflera-and-chinese-medicine/.25-01-2021.
  3. Medicinal Plants. Umbrella Shrub. https://sites.google.com/site/medicinalplantshealing/list-of-plants/umbrella-shrub. 25-01-2021.
  4. T.K.Lim. Edible Medicinal and Non Medicinal Plants Vol 8, Flowers: Menghentikan pendarahan pada luka, mengobati batuk dan pilek. https://books.google.co.id/books?id=-nvGBAAAQBAJ&pg=PA391&lpg=PA391&dq=hibiscus+tiliaceus+bleeding+medicinal+uses&source=bl&ots=NJPqeqbPpe&sig=ACfU3U3pY_0kdZgmNFCq8Dy8Amj0T5yWWg&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwips73nnvDuAhUL8XMBHSKmDP84HhDoATAQegQIFBAC#v=onepage&q=hibiscus%20tiliaceus%20bleeding%20medicinal%20uses&f=false.30-10-2020.