Walur
Ringkasan
Walur (Amorphophallus variabilis) adalah herba tegak setinggi hingga 1 meter dari famili Araceae, tumbuhan asli Indonesia dan Filipina yang tumbuh liar di Jawa dan Madura. Umbi dan tunas mudanya diolah menjadi makanan atau tepung kaya glukomanan setelah dimasak untuk mengurangi asam oksalat. Glukomanan dalam walur dipercaya membantu mengontrol kadar gula darah dan mengurangi obesitas.
Agroekologi
Walur biasanya ditemukan di vegetasi sekunder, tepi hutan, semak belukar, hutan jati, kebun desa, dan berada di bawah naungan. Tanaman ini dapat tumbuh baik di tempat terlindung atau terbuka pada ketinggian 150–550 m dpl. Naungan hingga 50-60%, dapat meningkatkan produksi umbi. Suhu rata-rata optimum untuk pertumbuhannya berkisar antara 25-35 °C. Menyukai tekstur tanah berpasir-lempung yang lembap dengan pH 6-7,5, dan tidak cocok ditanam pada tekstur tanah liat, karena perkembangan umbinya dapat terhambat. Tanaman ini juga menghendaki kondisi tanah yang dikeringkan dengan baik (berdrainase baik) dengan kandungan humus yang tinggi.
Morfologi
- Akar serabut dan berwarna putih.
- Umbi kecil, berdiameter ± 7 cm, dengan bongkol berwarna putih. Pada permukaan umbi banyak terdapat bintil (calon tunas) dan kasar, berserat kasar.
- Batang lunak, berbentuk bulat, halus, beragam warna, putih atau cokelat muda dengan corak tidak beraturan, relatif lebih kecil dibandingkan dengan Amorphophallus muelleri dan Amorphophallus paeoniifolius.
- Daun tunggal, ujung runcing, pangkal berlekuk, berwarna hijau, berukuran lebih kecil daripada porang. Pada setiap pertemuan cabang dan ketiak daun tidak terdapat bulbil atau katak.
- Bunga memiliki tongkol bunga kecil dan panjang, jauh lebih panjang dari seludangnya. Seludang bunga sempit, panjang, kecil, berwarna putih. Bunga majemuk, berbentuk bongkol dengan panjang 20-40 cm, pada pangkal terdapat daun pelindung, bunga jantan berwarna kuning, dan bunga betina berwarna hijau kuning.
- Buah berry, berwarna oranye-merah, berbentuk subglobose atau memanjang, berbiji 1-3.
Budidaya
Perbanyakan secara generatif dengan biji atau vegetatif menggunakan umbi atau bagian umbi, dan kultur jaringan.
Kandungan Kimia
Saponin, flavonoid, dan tanin.
Khasiat
Mengobati bisul, gigitan binatang berbisa, luka iris, mengontrol kadar lipida dan gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2, mengurangi obesitas, mencegah dan menghambat kanker, serta menurunkan gejala klinis divertikulosis (pembentukan kantong kecil (divertikula) di usus besar).
Nama Lokal
Cumpleng (Jawa), Acung, Cocoöan oray (Sunda), Lorkong (Madura), Kembang bangke, Kembang gaceng (Betawi).
Ramuan Tradisional
Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.
1. Bisul
- Siapkan 5 gr umbi segar walur lalu cuci hingga bersih.
- Haluskan/parut umbi hingga menjadi pasta.
- Oleskan pasta pada bisul.
Sumber Referensi
- Kurniawan A., Asih N.PS. 2012. Araceae di Pulau Bali. Jakarta: LIPI Press.
- Saleh N dkk. 2015. Tanaman Porang: Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.
- PROSEA. 2017. Amorphophallus (PROSEA). https://uses.plantnet-project.org/en/Amorphophallus_(PROSEA). 01-10-2021.
- IPBIOTICs. 2014. View TumbuhanObat#Amorphophallus variabilis Bl.http://ipbiotics.apps.cs.ipb.ac.id/index.php/tumbuhanObat/77. 01-10-2021.
- Useful Tropical Plants Database. 2021. Amorphophallus variabilis. http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Amorphophallus+variabilis. 01-10-2021.
- Royal Botanical Gardens. 2021. Plants of the World Online: Amorphophallus variabilis Blume. http://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:84460-1. 01-10-2021.