Waru

Hibiscus tiliaceus L.

Malvaceae

Lokasi di kebun Utama

Ringkasan

Waru (Hibiscus tiliaceus) adalah pohon setinggi 5-10 meter dari famili Malvaceae yang tumbuh di sepanjang pesisir Samudra Hindia, dari Afrika Timur hingga Australia. Pohon ini telah lama dikenal sebagai peneduh di tepi jalan dan pantai, sementara daun mudanya lazim dipakai sebagai pembungkus tempe. Waru secara tradisional juga dipercaya membantu pertumbuhan rambut dan meredakan demam.

Agroekologi

Tanaman tropis biasa ditemukan di pinggir pantai dengan ketinggian 800 m dpl. Tumbuh baik dengan curah hujan tahunan 900-2.500 mm/th, suhu rata-rata 24-41°C. Menyukai intensitas sinar matahari penuh, tanah subur pH 5-8,5 dengan kelembapan tinggi.

Morfologi

  • Batang tinggi mencapai 15 m, diameter batang 40-50 cm, bercabang warna cokelat.
  • Daun tunggal, bertangkai, berbentuk jantung, tidak berlekuk, diameter kurang dari 19 cm, menjari, sisi bawahnya berambut.
  • Bunga merupakan bunga tunggal, bertajuk 8-11, berwarna kuning. Panjang kelopak 2,5 cm. Daun mahkota berbentuk kipas, panjang 5-7 cm, berwarna kuning dengan noda pada pangkal, kepala sari berwarna kuning.
  • Buah bakal buah beruang 5, tiap rumah dibagi dua oleh sekat semu, berbentuk telur berparuh pendek dengan 5 katup, berisi banyak biji

Budidaya

  • Perbanyakan dengan biji dan stek batang.
  • Stek batang dilakukan dengan memilih ranting muda, potong sepanjang 10-15 cm di bawah mata tunas lalu tanam di polybag.

Kandungan Kimia

Flavonoid, tanin, vanillin, syriacusin A, hibiscolactone, fumaric acid, azelaic acid, succinic acid, rutin, stigmasterol, friedelin, pachysandiol, glutinol, lupeol, β-sitosterol.

Khasiat

Obat demam, batuk, diare, amandel, trakhoma, radang mata, bisul, masuk angin, membantu pertumbuhan rambut, mengatasi terlambat haid.

Simplisia

  • Cuci bersih bunga waru dari kotoran yang menempel dengan air mengalir.
  • Letakkan dalam wadah datar yang bersih, beri jarak antar bunga agar tidak menumpuk.
  • Jemur di bawah sinar matahari dengan ditutup kain hitam tipis sampai benar-benar kering.
  • Simpan bunga waru kering dalam botol kaca bersih lalu tutup rapat dan letakkan pada tempat yang jauh dari panas.

Nama Lokal

Siron, Buluh, Bou, Tob, Melanding (Sumatra), Dadap laut (Pontianak), Waru laut, Waru lot, Waru lenga (Jawa), Wau, Kabaru, Fau (Nusa Tenggara), Papatale, Haru, Balo (Maluku), Lamogu, Molowagu (Sulawesi), Kasyanaf, Wakati (Papua).

Ramuan Tradisional

Ramuan berikut merupakan pengetahuan tradisional turun-temurun, bukan pengganti diagnosis atau saran medis profesional. Konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum digunakan.

Ramuan tradisional Obat bisul dari Waru

1. Obat bisul

  • Petik beberapa daun segar lalu cuci bersih.
  • Remas-remas atau layukan
  • Tempel di atas bisul.
Ramuan tradisional Penyubur rambut dari Waru

2. Penyubur rambut

  • Petik beberapa daun muda segarlalu cuci bersih.
  • Remas-remas daun kemudian oleskan di kulit kepala dan rambut.
  • Diamkan beberapa saat lalu keramas dengan shampo sampai bersih. 

Sumber Referensi

  1. National Parks. Flora & Fauna Web. Hibiscus tiliaceus L. https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/9/2954.15-01-2021.
  2. S Suwandi dan H Rina L. 2014. Perbanyakan Vegetatif Dan Penanaman Waru (Hibiscus tiliaceus): untuk kerajinan dan obat (obat bisul dan penyubur Rambut). IPB Press https://www.forda-mof.org/files/buku_11_Waru.pdf. 30-10-2020.
  3. Stuartxchange. Philippine Medicinal Plants. Malabago. http://www.stuartxchange.com/Malabago.html.15-01-2021.